
5 Nasi Uduk Hidden Gem di Jakarta yang Bikin Ketagihan, Legendaris dan Rela Dicari Sampai Masuk Gang Sempit
Buletin.news – Di tengah menjamurnya kafe modern dan restoran kekinian, ternyata Jakarta masih menyimpan banyak warung nasi uduk legendaris yang rasanya sulit dilupakan. Beberapa bahkan tersembunyi di dalam gang sempit, halaman rumah warga, hingga lapak sederhana yang nyaris tak terlihat dari jalan utama.
Meski tampil sederhana, cita rasa nasi uduk di tempat-tempat ini justru membuat pelanggan rela antre sejak pagi atau sore hari. Aroma santan yang gurih, taburan bawang goreng melimpah, hingga lauk khas Betawi yang autentik menjadi alasan mengapa warung-warung ini bertahan puluhan tahun dan punya pelanggan setia lintas generasi.
Berikut 5 nasi uduk hidden gem di Jakarta yang wajib dicoba minimal sekali seumur hidup.
1. Nasi Uduk Ibu Sidar
Kalau bicara nasi uduk hidden gem legendaris, nama Nasi Uduk Ibu Sidar wajib masuk daftar teratas. Lokasinya benar-benar tersembunyi di Gang Madat, kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Warungnya sangat sederhana, hanya berupa lapak kecil di dalam gang sempit. Namun jangan salah, aroma nasi uduknya yang harum sudah tercium bahkan sebelum sampai ke tempat jualannya.
Nasi uduk racikan Ibu Sidar terkenal super gurih dengan tekstur pulen dan wangi santan yang kuat. Lauknya pun lengkap, mulai dari semur jengkol, bihun goreng, ayam goreng, kentang balado, perkedel, hingga peyek udang renyah yang jadi favorit pelanggan.
Warung ini buka pukul 15.00 WIB pada hari kerja dan pukul 05.30 WIB setiap Minggu. Harga seporsinya juga ramah di kantong, mulai Rp10 ribuan saja.
2. Nasi Uduk Mpok Farida
Tersembunyi di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan, Nasi Uduk Mpok Farida menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih mempertahankan cita rasa rumahan khas Betawi sejak tahun 1990-an.
Kini usaha tersebut dikelola generasi ketiga, yakni Ibu Nurmani. Menariknya, penjualan masih dilakukan sederhana dari pekarangan rumah sendiri.
Pilihan lauknya memang tidak terlalu banyak, namun justru itu yang membuat rasa masakannya terasa autentik. Ada semur tahu, tempe, telur, kentang, telur balado, sayur tahu-tempe, hingga gorengan hangat seperti bakwan dan tempe goreng.
Cita rasa nasi uduknya terkenal lembut, gurih, dan sangat cocok disantap dengan sambal khas racikan keluarga mereka.
3. Nasi Uduk Bu Amah
Kalau tidak datang cepat, siap-siap kehabisan. Nasi Uduk Bu Amah di kawasan Tambora, Jakarta Barat, dikenal selalu ludes hanya dalam waktu 30 sampai 60 menit setelah buka.
Warung yang sudah berdiri sejak tahun 1965 ini berada di dalam gang sempit area perumahan. Kini usaha tersebut diteruskan generasi kedua dan tetap mempertahankan resep asli keluarga.
Ciri khas nasi uduk Bu Amah ada pada aroma gurih santan yang kuat serta taburan bawang goreng melimpah. Lauk favorit pelanggan di antaranya ayam kampung goreng, tahu-tempe, dan sambal pedas yang bikin nagih.
Warung ini mulai buka pukul 16.00 WIB dan biasanya antrean sudah terlihat sejak sore hari.
4. Nasi Uduk Mpok Zuko
Di balik gang kecil kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, tersembunyi nasi uduk khas Betawi yang jadi favorit warga sekitar, yakni Nasi Uduk Mpok Zuko.
Rasa nasi uduknya terkenal sangat autentik. Gurihnya terasa kuat dengan aroma rempah dan santan yang khas. Banyak pelanggan menyebut rasa nasi uduk di sini mengingatkan pada masakan rumahan Betawi tempo dulu.
Pilihan lauknya juga cukup lengkap, mulai dari semur tahu, semur jengkol, telur balado, ayam goreng, hingga aneka gorengan hangat.
Harga seporsinya pun sangat terjangkau, mulai Rp6 ribu hingga Rp20 ribuan tergantung lauk pilihan.
5. Nasi Uduk Babeh Udin
Di tengah kawasan elit Pondok Indah, ternyata ada penjual nasi uduk kaki lima yang setiap pagi selalu ramai antrean. Dialah Nasi Uduk Babeh Udin.
Berjualan menggunakan gerobak sederhana, Babeh Udin menawarkan nasi uduk khas Betawi dengan rasa gurih kuat dan aroma harum yang menggoda sejak pagi hari.
Pilihan lauknya cukup beragam, mulai dari aneka semur, telur, ayam goreng, hingga rendang daging sapi yang jadi incaran pelanggan setia.
Meski berada di kawasan elit, harga seporsi nasi uduk di sini masih terjangkau, sekitar Rp20 ribuan.




