Legislatif

Sentil Aksi Pelajar di Batam, Komisi X DPR Larang Siswa Turun ke Jalan Bela Program Makan Gratis

 

Buletin.news – Aksi demonstrasi yang melibatkan siswa sekolah di Batam untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memantik reaksi tegas dari Senayan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, secara blak-blakan menolak pelibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa atau turun ke jalan, sekalipun tujuannya adalah untuk membela dan mempertahankan program andalan pemerintah tersebut.

Berbicara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Lalu mengingatkan bahwa segala bentuk aspirasi terkait pelaksanaan maupun keberlanjutan program MBG seharusnya menempuh jalur birokrasi yang sudah disediakan. Ia mengarahkan agar masukan dari para siswa dan orang tua cukup disampaikan secara terstruktur melalui pihak sekolah. Nantinya, kepala sekolah yang memegang mandat untuk meneruskan aspirasi tersebut kepada Dinas Pendidikan setempat, untuk kemudian dikoordinasikan secara resmi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) baik di tingkat daerah maupun pusat.

Insiden pengerahan massa pelajar di Batam ini rupanya tidak hanya menjadi sorotan legislatif, tetapi juga mengejutkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Merespons situasi yang tak lazim di dunia pendidikan tersebut, jajaran kementerian telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Dinas Pendidikan Kota Batam selaku otoritas wilayah kejadian. Belajar dari kasus tersebut, Komisi X mewanti-wanti dengan keras agar fenomena unjuk rasa pelajar ini tidak direplikasi oleh sekolah-sekolah di daerah lain.

Meski memberikan teguran keras terkait metode penyampaian aspirasi, politisi PKB ini tetap menangkap sinyal keresahan di balik aksi para siswa. Ia menyadari bahwa unjuk rasa tersebut adalah cerminan dari kekhawatiran nyata masyarakat akar rumput terhadap potensi disetopnya program MBG. Bagi wilayah-wilayah di luar kota besar, intervensi gizi langsung dari negara ini dinilai sebagai sebuah kebutuhan esensial yang manfaatnya sangat dirasakan oleh keluarga kurang mampu.

Lalu mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis telah menunjukkan taringnya sebagai instrumen pendorong kualitas pendidikan dasar, asalkan dieksekusi sesuai standar operasional yang dipatok oleh BGN. Para pelajar yang rela turun ke jalan diyakini merupakan pihak-pihak yang telah merasakan langsung transformasi dari program ini. Fakta di lapangan membuktikan bahwa keberadaan makan siang gratis ini tidak sekadar menekan angka gizi buruk, melainkan sukses menjadi magnet yang mendongkrak tingkat kehadiran peserta didik di sekolah secara signifikan.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button