EntertainmentKuliner

Selat Solo: Ketika Sentuhan Eropa Jatuh Cinta pada Rempah Jawa

Buletin.news – Ada sebuah romansa sejarah yang tersaji manis di atas sepiring Selat Solo. Hidangan ini adalah bukti nyata bagaimana lidah para bangsawan Jawa di masa kolonial berhasil menjinakkan menu beef steak barat yang kaku menjadi sebuah hidangan yang jauh lebih hangat, ramah, dan kaya rasa. Bagaimana bisa sepotong daging berubah karakter menjadi begitu lembut dengan kuah yang bening namun penuh kedalaman rasa?

Daging sapi diolah dengan teknik braising bersama pala, cengkih, dan kecap manis, menghasilkan tekstur serat yang sangat empuk dan manis gurih. Alih-alih saus gravy yang pekat, Selat Solo disiram kuah encer kecokelatan yang menyegarkan, ditemani oleh potongan buncis, wortel, kentang goreng, serta mustard lokal yang dibuat dari kuning telur dan cuka. Ini adalah hidangan utama (main course) yang sangat elegan; menyuapnya memberikan rasa nyaman yang menenangkan bagi kakek-nenek kita, sekaligus petualangan rasa yang unik untuk lidah generasi masa kini.

Resep Selat Solo (1 Porsi)

  • Bahan Utama: 150g daging sapi (iris melebar tebal 1 cm), 1 butir telur rebus, 3 buah buncis (rebus), buah wortel (rebus), buah kentang (potong, goreng).

  • Kuah Selat: 2 siung bawang merah (iris), 1 siung bawang putih (memarkan), 2 sdm kecap manis, sdt pala bubuk, 1 butir cengkih, 200ml air, garam, dan merica.

  • Cara Membuat:

    1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukkan daging sapi, aduk hingga berubah warna.

    2. Tuangkan air, masukkan kecap manis, pala, cengkih, garam, dan merica. Masak dengan api kecil hingga daging empuk dan kuah menyusut setengahnya. Masukkan telur rebus di akhir agar ikut meresap warnanya.

    3. Tata daging, telur, buncis, wortel, dan kentang di piring saji, lalu siram dengan kuah hangatnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button