
Buletin.news – Bayangkan terbangun oleh aroma kopi hangat di dalam sebuah kerucut kayu raksasa, sementara di luar jendela, kabut tebal perlahan membuka tirai memperlihatkan hamparan lembah hijau yang terisolasi dari dunia modern. Wae Rebo adalah sebuah pelukan hangat dari masa lalu. Di sini, tujuh rumah adat Mbaru Niang berdiri kokoh menjaga tradisi suku Manggarai yang telah bertahan selama ratusan tahun di atas ketinggian pegunungan.
Hidup berdampingan dengan masyarakat lokal, mendengarkan tawa anak-anak gunung yang ramah, dan melihat cara mereka menenun kain songket menumbuhkan rasa damai yang jarang kita temukan di perkotaan. Perjalanan menuju ke sini memang membutuhkan fisik yang bugar, namun apa yang menanti di ujung jalan adalah sebuah kemewahan spiritual yang tiada banding.
Panduan Rute: Starting point terbaik adalah dari Bandara Komodo, Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo, sewa mobil untuk perjalanan darat menuju Desa Denge selama sekitar 4-5 jam via Ruteng. Dari Desa Denge, petualangan sesungguhnya dimulai dengan berjalan kaki (trekking) menanjak melalui jalur hutan sepanjang kurang lebih 5-7 km (sekitar 2-3 jam) hingga mencapai Desa Wae Rebo.




