
Buletin.news – Kabar gembira datang dari Kota Minyak untuk para pelaku usaha yang ingin usahanya viral dan banjir orderan! Kementerian UMKM berkolaborasi dengan raksasa teknologi TikTok Shop by Tokopedia resmi menggelar pelatihan digital interaktif bertajuk “Waktunya STARt X Juragan UMKM” di Galeri Dekranasda & UKM Center Balikpapan, Rabu (17/6). Langkah jemput bola ini digulirkan untuk menyuntikkan ilmu pemasaran modern bagi para pelaku usaha mikro agar lebih lihai memanfaatkan teknologi dan tidak melek media sosial saja, melainkan mampu mengubah konten menjadi pundi-pundi rupiah.
Suasana pelatihan terasa begitu dinamis dan penuh energi karena diikuti oleh sekitar 70 pengusaha UMKM dari Kota Balikpapan dan sekitarnya. Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya Hartika, menjelaskan bahwa transformasi digital di era sekarang bukan lagi sekadar pilihan atau gaya-gayaan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak. Hal ini dipicu oleh pergeseran perilaku pasar di mana keputusan belanja masyarakat zaman sekarang sangat dipengaruhi oleh konten digital yang berseliweran di gawai mereka setiap hari.
Menariknya, pelatihan ini tidak hanya berisi teori yang menjemukan, melainkan mengajak para peserta langsung praktik di tempat. Dari meja pelatihan, para juragan dibekali ilmu seputar taktik mendongkrak penjualan berbasis konten (content-driven sales), strategi memahami perubahan pasar, hingga teknik menyunting video pemasaran yang estetik dan memikat hanya dengan modal telepon genggam. Senior Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, yang turut hadir menegaskan komitmen penuhnya untuk terus mengedukasi pelaku usaha lokal agar produk mereka memiliki daya pikat yang tinggi di pasar digital.
Di samping diajarkan cara membuat konten yang estetik, pemerintah tetap mengingatkan para peserta untuk memperkokoh fondasi bisnis mereka dari sisi hukum. Dalam sesi tersebut, para pengusaha mikro juga mendapat bimbingan intensif mengenai krusialnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal. Dua dokumen ini ibarat paspor resmi yang akan mempermudah produk lokal untuk menembus pasar domestik yang lebih luas, bahkan membuka peluang besar untuk merambah pasar global.
Program inspiratif yang menjadi bagian dari Festival Pelindungan dan Kemudahan Usaha Mikro ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap Program Pro-Kesra untuk mencetak 10 juta penduduk berusaha dan bekerja. Melalui perpaduan antara kreativitas konten, legalitas yang aman, dan teknologi yang tepat guna, wajah UMKM tradisional kini perlahan bermutasi menjadi lebih tangguh, adaptif, dan siap naik kelas. Lewat kelas Juragan UMKM ini, para pahlawan ekonomi lokal di Balikpapan kini telah siap berakselerasi dan membuktikan bahwa produk daerah mampu bersaing di kancah nasional.




