
Heboh Struk Pertalite Rp16 Ribu per Liter, Pertamina Jelaskan Alasan Subsidi BBM Rakyat
Buletin.news – Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya video struk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Patra Niaga yang menampilkan harga keekonomian Pertalite mencapai Rp16.088 per liter. Angka tersebut memicu polemik publik lantaran dinilai lebih mahal dibandingkan harga Pertamax yang saat ini dijual Rp12.300 per liter.
Video yang viral itu diunggah seorang warganet bernama Nasar. Dalam rekamannya, ia mempertanyakan alasan pemerintah memberikan subsidi besar terhadap Pertalite, sementara Pertamax yang memiliki kualitas oktan lebih tinggi justru dijual lebih murah dari harga keekonomian Pertalite.
“Akal-akalan si Bahlil. Coba lihat, harga Pertalite nonsubsidi Rp16.088, disubsidi pemerintah Rp6.088 jadi harga jual Rp10 ribu. Pertanyaannya kenapa yang disubsidi Pertalite, bukan Pertamax? Masa harga asli Pertalite lebih mahal dari Pertamax,” ujar Nasar dalam video yang beredar luas di media sosial.
Menanggapi polemik tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa kebijakan subsidi BBM sepenuhnya merupakan keputusan pemerintah berdasarkan kebutuhan mayoritas masyarakat.
Menurutnya, Pertalite ditetapkan sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) karena paling banyak digunakan masyarakat menengah ke bawah. Karena itu, pemerintah memberikan subsidi agar harga tetap terjangkau.
“Subsidi diberikan pada produk yang paling besar digunakan masyarakat. Pertalite merupakan BBM penugasan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat,” kata Roberth dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Sementara itu, Pertamax disebut sebagai BBM nonsubsidi yang secara prinsip mengikuti mekanisme harga pasar. Namun Pertamina mengakui harga Pertamax saat ini sebenarnya masih ditahan agar tidak melonjak terlalu tinggi.
“Pertamax juga ada peran pemerintah dan Pertamina di dalamnya. Kalau mengikuti keekonomian penuh, harganya sebenarnya jauh lebih tinggi,” ujar Roberth.
Ia menjelaskan, harga keekonomian Pertamax seharusnya berada di atas Pertalite nonsubsidi. Hal itu terlihat dari selisih harga Pertamax dengan Pertamax Turbo yang sebelumnya relatif tipis.
“Ketika Pertamax masih Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo ada di kisaran Rp13.100. Sekarang Turbo sudah Rp19.900, artinya harga keekonomian Pertamax seharusnya ikut bergerak naik,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab kebingungan publik soal mengapa harga keekonomian Pertalite bisa lebih mahal dibandingkan harga jual Pertamax saat ini. Menurut Pertamina, harga Pertamax yang berlaku sekarang bukan murni harga pasar penuh, melainkan sudah mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 4 Mei 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada Pertamax Turbo yang naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400.
BBM solar nonsubsidi juga mengalami lonjakan harga signifikan. Dexlite naik menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600, sedangkan Pertamina Dex melonjak menjadi Rp27.900 dari Rp23.900 per liter untuk wilayah Jabodetabek.
Namun di tengah kenaikan tersebut, harga Pertamax tetap dipertahankan di level Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 tetap Rp12.900 per liter.
Roberth menegaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia, harga produk olahan internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
“Produk nonsubsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian. Namun sebagai BUMN strategis, Pertamina juga mempertimbangkan kondisi masyarakat, daya beli konsumen, dan stabilitas nasional,” ujarnya.
Berikut daftar harga BBM Pertamina per 4 Mei 2026 di sejumlah wilayah:
DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DIY
Pertalite : Rp10.000/liter
Pertamax : Rp12.300/liter
Pertamax Turbo : Rp19.900/liter
Pertamax Green : Rp12.900/liter
Dexlite : Rp26.000/liter
Pertamina Dex : Rp27.900/liter
Biosolar : Rp6.800/liter
Riau dan Kepulauan Riau
Pertamax: Rp12.900/liter
Pertamax Turbo : Rp20.750/liter
Dexlite : Rp27.150/liter
Pertamina Dex : Rp29.100/liter
Pertalite : Rp10.000/liter
Bali dan Nusa Tenggara Barat
Pertamax : Rp12.300/liter
Pertamax Turbo : Rp19.900/liter
Dexlite : Rp26.000/liter
Pertamina Dex : Rp27.900/liter
Pertalite : Rp10.000/liter
Papua dan wilayah timur Indonesia
Pertamax : Rp12.600/liter
Pertamax Turbo : Rp20.350/liter
Dexlite : Rp26.600/liter
Pertamina Dex : Rp28.500/liter
Pertalite : Rp10.000/liter
Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan munculnya informasi harga keekonomian Pertalite ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik, terutama di tengah tekanan ekonomi dan naiknya biaya hidup masyarakat.




