Kontribusi

Sasar Anak SD Soal TV Konvensional, Kegiatan KPID Kalbar Disentil Pedas!

 

Buletin.news – Kegiatan “Kelas Bakti Penyiaran Edisi Singkawang” yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat pada Kamis (24/9/2026) di SD Negeri 17 Singkawang mendadak menuai kritik tajam. Laboratorium Politik Hukum (Labpolhum) MHZ Centre menilai program sosialisasi siaran sehat tersebut kurang tepat konteks dan tidak tepat sasaran.

Direktur Eksekutif Labpolhum, Muhammad Haris Zulkarnain, menegaskan bahwa menyasar siswa Sekolah Dasar yang merupakan Generasi Alpha dengan materi penyiaran konvensional sudah sangat tidak relevan. Menurutnya, anak-anak zaman sekarang tak lagi terpapar media televisi konvensional atau radio, melainkan aktif mengonsumsi konten gawai di platform digital seperti YouTube, TikTok, hingga Twitch.

Haris juga menyentil kehadiran full team jajaran komisioner KPID Kalbar yang dinilai tidak efektif serta terkesan hanya memenuhi hasrat “pulang kampung” jajaran pimpinannya. Ia menilai tata kelola lembaga menjadi tidak objektif karena kegiatan selalu diarahkan ke Singkawang dan Sambas, sementara daerah lain yang membutuhkan perhatian justru terabaikan.

Tak berhenti di situ, KPID Kalbar periode 2025–2028 juga dikritik karena dinilai membisu dan absen total dalam mengawal isu krusial revisi Undang-Undang Penyiaran di era digital. Dari sudut pandang administrasi publik, Labpolhum mendesak agar setiap program KPID disusun berdasarkan analisis kebutuhan dan indikator keberhasilan yang terukur, bukan sekadar formalitas agar terlihat sibuk bekerja.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button