Viral

Gara-gara Baju Lurik, Oknum Kepsek Malang Main Tangan Hingga Dicopot!

 

Buletin.news – Aksi kekerasan di lingkungan pendidikan kembali memicu kegemparan publik. Seorang oknum Kepala Sekolah SMPN 18 Kota Malang berinisial A resmi dilaporkan ke polisi sekaligus dicopot dari jabatannya usai tertangkap kamera melakukan kekerasan fisik terhadap sejumlah siswa hanya karena persoalan seragam.

Insiden tersebut terjadi di gerbang sekolah pada Kamis (24/9/2026) pagi. Karena belum memiliki seragam kebaya lurik akibat kendala keterbatasan ekonomi orang tua, beberapa siswa terpaksa datang mengenakan baju batik. Alih-alih bijak, oknum kepsek tersebut justru emosi hingga melayangkan tamparan, pukulan, hingga penyeretan terhadap para siswa. Salah satu korban berinisial RAF (15) dilaporkan ditampar sebanyak empat kali dan dipukul dengan tangan mengepal hingga mengalami trauma psikis.

Tak terima buah hatinya dianiaya, orang tua siswa mendatangi Mapolresta Malang Kota untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Pihak Polresta Malang Kota mengonfirmasi telah menerima laporan resmi dan langsung mengamankan barang bukti berupa rekaman video dari wali murid serta rekaman kamera CCTV di pintu gerbang sekolah guna memproses pelaku.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat merespons aksi yang dinilai sangat tak patut tersebut. Pj Sekda Kota Malang, Dandung Djulhardjanto, menyampaikan permohonan maaf jajarannya dan mengumumkan pencopotan A dari jabatan kepala sekolah demi menjaga kenyamanan serta keselamatan lingkungan belajar.

Selain mencopot jabatan pelaku dan menerjunkan tim pendampingan trauma healing bagi korban, Pemkot Malang juga mengoreksi rekam jejak A. Dari aduan para guru dan orang tua, oknum kepsek tersebut ternyata dikenal sangat temperamental serta sering melakukan kekerasan verbal maupun intimidasi terhadap staf pengajar dan siswa di sekolah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button