
Buletin.news – Peluang emas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meloloskan produknya ke pasar internasional kini terbuka makin lebar. Kementerian UMKM resmi berduet dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menjebol rintangan ekspor melalui platform digital bernama InaExport.
Kolaborasi strategis ini mengawinkan kemampuan marketing intelligence milik Kemendag dengan product intelligence dari Smesco Indonesia. Lewat integrasi aplikasi SAPA UMKM dan InaExport berbasis Open API, para pengusaha lokal bisa dengan mudah memetakan tren pasar global sekaligus mengurus fasilitas logistik serta pergudangan ekspor.
Langkah nyata ini terbukti bukan sekadar wacana manis di atas kertas semata. Terbukti, sebanyak 75 UMKM lokal telah difasilitasi menembus pasar Tiongkok, di mana lima di antaranya sukses mengamankan kontrak ekspor untuk produk cocopeat, kopi, teripang, hingga kerupuk.
Pemerintah menargetkan terobosan besar ini mampu mendongkrak kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 15–17 persen dari posisi saat ini. Akses pasar luar negeri yang makin mudah diyakini bakal membuat bisnis lokal naik kelas secara masif.
Meski gencar mendorong ekspansi ke mancanegara, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga kualitas sesuai standar negara tujuan tanpa melupakan pasar domestik. Sinergi ini diharapkan menjadi benteng tangguh agar produk lokal semakin berdaya saing global sekaligus menekan ketergantungan pada produk impor.




