
Buletin.news – Usaha mikro di Aceh yang sempat terpuruk akibat bencana kini siap bangkit melesat. Kementerian UMKM resmi menggelar temu bisnis Program KUMITRA (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra) di Banda Aceh guna membukakan pintu bagi para pelaku usaha lokal menuju jaringan ritel modern.
Tak tanggung-tanggung, ajang ini berhasil mengamankan komitmen awal kemitraan (Letter of Intent) dengan potensi nilai transaksi fantastis mencapai Rp2,54 miliar. Peluang emas ini secara khusus membuka jalan bagi 25 usaha mikro terpilih di Aceh untuk memasok produk mereka ke raksasa ritel seperti Alfamart, Indomaret, Suzuya Group, hingga toko souvenir ternama.
Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Reghi Perdana, yang diwakili Asisten Deputi Pristiyanto, menegaskan bahwa kepastian pembeli (off-taker) menjadi pilar vital dalam pemulihan ekonomi pascabencana. Langkah terstruktur ini tak cuma memulihkan bisnis, tetapi juga memicu peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Kabar gembira ini disambut antusias oleh para pelaku usaha korban bencana, salah satunya Nova, pendiri Inovasi Cantik asal Aceh Tamiang. Setelah galeri usahanya hanyut diterjang banjir, ia mengaku sangat terbantu karena bisa terhubung langsung dengan manajemen ritel modern sekaligus memahami standar kurasi produk yang dibutuhkan pasar.
Ke depan, Kementerian UMKM siap memperluas jangkauan rantai pasok usaha mikro ke sektor perhotelan dan pariwisata melalui sinergi bersama PHRI. Dengan demikian, olahan kuliner, cenderamata, hingga kriya khas Aceh bisa terus terserap secara berkelanjutan dan bertransformasi menjadi bisnis yang makin tangguh.




