
Buletin.news – Berjalan-jalan di sekitar area cagar budaya Jakarta mendedahkan kita pada kepulan asap beraroma gurih kelapa bakar yang sangat khas. Kerak Telor adalah kuliner jalanan (street food) legendaris yang tidak butuh kompor gas modern; ia dimasak di atas anglo berbahan bakar arang, dengan teknik membalikkan wajan cekung langsung menghadap bara api yang selalu memancing decak kagum anak-anak maupun turis asing. Mengapa camilan gurih ini tetap memiliki tempat spesial di hati warganya?
Keunikannya terletak pada metamorfosis beras ketan putih yang dimasak kering di dasar wajan bersama telur (ayam atau bebek). Ketika dibalik menghadap bara arang, permukaan telur dan ketan mengalami karamelisasi, menciptakan tekstur “kerak” yang garing, renyah, namun kenyal di bagian dalam. Ditaburi dengan serundeng (parutan kelapa sangrai berbumbu) yang melimpah, ebi halus, dan bawang goreng, kerak telor menyajikan paduan rasa gurih, manis samar, dan aroma smokey yang sangat adiktif.
Resep Kerak Telor (1 Porsi)
Bahan: 50g beras ketan putih (rendam air selama minimal 2 jam, tiriskan), 1 butir telur bebek (atau ayam), 1 sdm serundeng kelapa, 1 sdt ebi (sangrai, haluskan), 1 sdm bawang merah goreng, garam dan merica secukupnya.
Cara Membuat:
Panaskan wajan cekung kecil tanpa minyak. Ambil 2 sdm penuh ketan rendam, ratakan di dasar wajan, beri sedikit air, tutup hingga ketan agak melunak setengah matang.
Masukkan telur, setengah bagian serundeng, ebi, bawang goreng, garam, dan merica ke dalam wajan, aduk merata di atas permukaan ketan lalu ratakan kembali menutupi dasar wajan. Tutup dan masak hingga bagian bawahnya mengering.
Balik wajan cekung tersebut sehingga permukaan telur menghadap langsung ke arah bara api kompor/arang (beri jarak aman). Biarkan hingga permukaannya agak gosong kecokelatan dan matang garing. Angkat, taburi sisa serundeng dan ebi di atasnya.




