
Kemenpar–Swisscontact Tancap Gas Transformasi SDM Poltekpar, Cetak Talenta Pariwisata Kelas Dunia
Buletin.news – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempercepat transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui penguatan kolaborasi strategis bersama Swisscontact. Fokus utama kerja sama ini adalah mendorong peningkatan mutu pendidikan dan pelatihan vokasi di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) agar semakin adaptif terhadap kebutuhan industri global.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Steering Committee Meeting yang digelar di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto, yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi, relevan, dan berorientasi pada daya saing internasional.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menegaskan bahwa Poltekpar memiliki posisi kunci dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap dinamika industri pariwisata yang terus berkembang.
“Poltekpar harus mampu melahirkan talenta yang siap kerja, inovatif, dan memiliki daya saing global. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi krusial agar kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa saat memasuki dunia kerja,” ujar Martini dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah mitra strategis, antara lain SECO Indonesia, Perhimpunan Praktisi Vokasi Sistem Ganda Indonesia, Wise Steps Foundation, serta pimpinan Poltekpar dari berbagai daerah.
Dalam forum tersebut, para mitra memaparkan capaian program kolaborasi yang telah berjalan sekaligus merancang langkah ke depan melalui pendekatan inovatif berbasis kebutuhan industri. Sejumlah program unggulan yang diperkuat meliputi Industry Based Curricula, Industry Based Learning, Project Based Learning, Adult Learning Program, hingga Young Professional Program. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus meningkatkan kesiapan dan kualitas lulusan.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya institusionalisasi program kerja sama di lingkungan Poltekpar. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan keberlanjutan kolaborasi serta menjadikannya sebagai bagian integral dari sistem pendidikan vokasi pariwisata nasional.
Kerja sama antara Kemenpar dan Swisscontact sendiri telah terjalin sejak 2018 dan kini memasuki fase kedua pada periode 2024–2027. Pada fase ini, fokus diarahkan pada perluasan dampak program, penguatan kualitas implementasi, serta keberlanjutan hasil yang telah dicapai sebelumnya.
Martini menegaskan, penguatan komitmen seluruh Poltekpar menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi yang lebih inovatif dan berorientasi pada dampak nyata.
“Transformasi ini penting untuk mempercepat lahirnya SDM unggul yang mampu menjadi penggerak utama pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan kompetitif di tingkat global,” tegasnya.
Melalui sinergi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan, Kemenpar optimistis penguatan pendidikan vokasi pariwisata akan mampu melahirkan talenta-talenta unggul tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan peluang dan mendorong kemajuan sektor pariwisata nasional di panggung dunia.




