FokusUMKM

Terapkan Prinsip “LIDI”, Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong PLUT Kulon Progo Jadi Pusat Inkubasi Solutif

 

Buletin.news – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus bergerak aktif memperkuat penetrasi program di tingkat daerah. Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, memimpin langsung kunjungan kerja ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (17/7/2026). Kunjungan strategis ini dilakukan guna memastikan efektivitas layanan pendampingan di lapangan sekaligus menyinkronkan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong UMKM naik kelas.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Helvi didampingi oleh Deputi Bidang Kewirausahaan beserta jajaran staf ahli, staf khusus, dan tenaga ahli kementerian. Rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo di fasilitas PLUT setempat. Selain meninjau sarana fisik, Wamen UMKM menyempatkan diri berdialog intensif dengan para konsultan pendamping serta para pelaku usaha lokal yang selama ini memanfaatkan layanan konsultasi, pelatihan, hingga fasilitasi pembiayaan dan pemasaran.

Filosofi “LIDI” untuk Kemandirian Usaha

Di hadapan para pelaku usaha, Helvi Moraza menekankan bahwa intervensi serta fasilitas yang dikucurkan oleh pemerintah tidak akan membuahkan hasil optimal jika tidak diimbangi dengan perubahan mentalitas dari para pelaku usaha itu sendiri. Ia memperkenalkan formula karakter LIDI sebagai pilar utama yang wajib dimiliki pengusaha kecil agar mampu bertransformasi menjadi usaha yang berkelanjutan.

“Pengusaha UMKM harus memiliki sifat LIDI kalau mau tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan. Loyal, Integritas, Disiplin, dan Inovatif,” tegas Helvi. Ia mengingatkan bahwa tanpa komitmen kuat dari pelaku usaha untuk menerapkan keempat prinsip tersebut, segala program fasilitasi dari pemerintah hanya akan menjadi sarana yang percuma.

Guna menopang pertumbuhan tersebut, Helvi menginstruksikan penguatan kolaborasi helix yang melibatkan pemerintah pusat, pemda, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga lembaga keuangan demi menciptakan bantalan ekosistem yang kokoh bagi ekonomi daerah.

Revitalisasi PLUT Sebagai One Stop Service dan Inkubator Bisnis

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri UMKM, Faisal Anwar, menjabarkan arah pengembangan PLUT ke depan. Pemerintah menginginkan PLUT tidak sekadar menjadi tempat konsultasi pasif, melainkan bertransformasi menjadi one stop service sekaligus pusat inkubasi bisnis yang agresif melahirkan wirausaha baru, memacu produktivitas, serta mempercepat digitalisasi produk lokal.

Langkah penguatan performa PLUT difokuskan pada empat aspek utama:

1. Peningkatan kualitas dan kompetensi para konsultan pendamping.
2. Perluasan dan penguatan jejaring kemitraan multipihak.
3. Pemanfaatan teknologi informasi terintegrasi dalam sistem pelayanan.
4. Penyusunan program kerja yang adaptif dan berbasis kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan.

Faisal menilai Kulon Progo memiliki modalitas ekonomi lokal yang sangat melimpah, mulai dari sektor komoditas pertanian, kerajinan tangan, industri kreatif, hingga klaster pariwisata. Keberadaan PLUT diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung yang mengoneksikan seluruh potensi mentah tersebut dengan akses pasar yang lebih luas, skema pembiayaan yang sehat, serta kemitraan dengan usaha skala besar demi mendongkrak nilai tambah produk unggulan daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button