
Nawaning Nusantara DKI Soroti Perlindungan Anak di Pesantren
Buletin.news – Nawaning Nusantara DKI Jakarta melaksanakan silaturahim dengan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, pada Kamis (21/5/2026) di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.
Rombongan Nawaning Nusantara DKI Jakarta diterima langsung oleh Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag. Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Wilayah Nawaning Nusantara DKI Jakarta, Eka Fitri Rohmawati, S.Sos., M.A., CPLA., yang akrab disapa Ning Afie, menyampaikan pentingnya membangun gerakan bersama sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren.
Menurut Ning Afie, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan seluruh elemen yang terkait dengan keberlangsungan pesantren. Langkah preventif, menurutnya, perlu dimulai sejak proses perizinan pendirian pesantren, penguatan pengawasan operasional pesantren, edukasi kepada santri mengenai perlindungan diri, hingga keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat dalam pengawasan dan pendampingan anak meskipun berada di dalam lingkungan pesantren.
“Pesantren adalah tempat mulia untuk menuntut ilmu dan membentuk akhlak. Karena itu, seluruh pihak harus bersama-sama memastikan pesantren menjadi ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak,” ujarnya.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., menyambut baik berbagai gagasan dan masukan yang disampaikan Nawaning Nusantara DKI Jakarta. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Agama RI saat ini terus memperkuat program Pesantren Ramah Anak serta berbagai langkah strategis lainnya dalam upaya meningkatkan perlindungan santri di lingkungan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Basnang juga menyampaikan harapannya agar ke depan Kementerian Agama RI dapat melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Nawaning Nusantara DKI Jakarta maupun pusat, Bu Nyai Nusantara, serta para gawagis dalam berbagai kegiatan dan program yang berkaitan dengan penguatan perlindungan anak dan pembenahan tata kelola pesantren.
Silaturahim ini diharapkan menjadi langkah penguatan sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam mewujudkan ekosistem pesantren yang aman, humanis, serta berorientasi pada perlindungan dan masa depan generasi bangsa.




