Sate Lalat, Sate Mini Khas Pamekasan

Buletin.news – Jangan terkecoh dengan namanya. Sate Lalat sama sekali tidak menggunakan lalat atau serangga. Kuliner khas Pamekasan Madura ini mendapat nama tersebut karena potongan daging ayamnya yang sangat kecil, menyerupai ukuran lalat.
Dalam satu tusuk bambu biasanya terdapat empat hingga lima potong daging ayam. Karena ukurannya mini, sate matang lebih cepat saat dibakar di atas bara arang.
Potongan ayam terlebih dahulu dibumbui dan dioles kecap manis sebelum dibakar hingga kecokelatan. Proses pembakaran menghasilkan aroma harum, rasa gurih, serta lapisan karamel manis yang sedikit renyah di bagian luar.
Sate kemudian disajikan dengan saus kacang khas Madura yang gurih, pekat, dan manis. Ukurannya memang kecil, tetapi cita rasanya tetap kuat.
Resep Sate Lalat
Bahan, 100 gram dada ayam, potong dadu sekitar 0,5 cm, 10 tusuk sate bambu, Kecap manis secukupnya, asus kacang, 40 gram kacang tanah goreng, 1 siung bawang putih, 1 sdm gula merah, 1 sdm kecap manis, Garam secukupnya, 40 ml air hangat
Cara membuatnya
- Tusukkan 4–5 potong ayam pada setiap tusuk sate.
- Bakar di atas bara api sambil sesekali diolesi kecap hingga matang dan kecokelatan.
- Haluskan kacang, bawang putih, gula merah dan garam. Campur dengan air hangat dan kecap.
- Siram saus kacang di atas sate dan sajikan hangat.
Sate Lalat menunjukkan bahwa nama yang unik bisa menjadi daya tarik kuliner. Meski berukuran mini, sate khas Pamekasan ini menawarkan rasa gurih, manis dan aroma bakaran yang menggoda.




