
Buletin.news – Ketika waktu minum teh di sore hari tiba, ada satu kue tradisional berbentuk segitiga hijau yang dibungkus daun pisang yang selalu berhasil mencuri perhatian di atas nampan hantaran. Lupis adalah definisi sejati dari bagaimana kesederhanaan bahan ketan bisa ditingkatkan kelasnya menjadi makanan pencuci mulut (dessert) yang sangat memuaskan tekstur mengunyah kita.
Ketan putih dicuci bersih, dibungkus rapat membentuk segitiga presisi dengan daun pisang, lalu direbus selama berjam-jam hingga butiran ketannya menyatu padat namun tetap mempertahankan kekenyalan yang pas (al dente). Lupis hangat kemudian digulingkan ke atas parutan kelapa muda segar yang memberi rasa gurih asin, lalu disiram dengan sirup gula aren (gula melaka) cair yang dimasak sangat kental hingga menyerupai karamel. Gigitan pertama akan memberikan perpaduan rasa gurih kelapa dan manis legit yang melekat manis di ingatan.
Resep Lupis Ketan (1 Porsi – 2 Buah)
Bahan Lupis: 50g beras ketan putih (rendam air 1 jam, tiriskan), daun pisang untuk membungkus, lidi/tusuk gigi.
Pelengkap: 30g kelapa parut muda (kukus dengan sejumput garam), 40g gula aren pekat (rebus dengan 15ml air dan daun pandan hingga mengental karamel).
Cara Membuat:
Ambil selembar daun pisang, bentuk corong segitiga di salah satu ujungnya. Isi dengan beras ketan hingga setengah penuh, lipat sisa daun menutupi corong hingga membentuk segitiga padat, semat kuat dengan lidi.
Rebus kue lupis di dalam air mendidih selama minimal 2-3 jam (pastikan seluruh badan kue terendam air) hingga ketan matang padat menjadi lupis. Angkat, tiriskan dan biarkan mendingin.
Buka bungkus daun pisang, gulingkan kue lupis ke dalam parutan kelapa kukus hingga rata, tata di piring lalu siram dengan saus gula aren kental.




