
Cita Rasa Betawi Serbu Subang, Nasi Uduk Mang SiHejo Jadi Buruan Pagi, Murah dan Bikin Nagih
Buletin.news – Di tengah dominasi nasi timbel sebagai kuliner khas daerah, kehadiran nasi uduk mulai mencuri perhatian masyarakat di Subang. Meski belum menjamur, kuliner khas Betawi ini perlahan menunjukkan eksistensinya, terutama sebagai menu sarapan favorit warga.
Salah satu yang tengah naik daun adalah nasi uduk di warung Mang SiHejo yang berlokasi di kawasan Puri Subang Asri. Menu ini hanya tersedia pada pagi hari dan kerap diserbu pembeli sejak subuh. Tak sedikit pelanggan yang rela datang lebih awal demi mendapatkan seporsi nasi uduk hangat yang dikenal autentik.
Keistimewaan nasi uduk di warung ini terletak pada cita rasa khas Betawi yang dihadirkan secara konsisten. Untuk menjaga keaslian rasa, pemilik bahkan mendatangkan langsung juru masak dari Betawi, sehingga teknik memasak hingga racikan bumbu tetap terjaga.
Secara tampilan, nasi uduk ini berbeda dari versi lokal. Nasinya berwarna putih dengan aroma santan yang gurih, berpadu dengan sambal kacang khas yang menjadi kekuatan utama. Sambal tersebut tidak hanya menghadirkan rasa pedas, tetapi juga perpaduan gurih dan manis yang lebih kompleks, menciptakan sensasi rasa yang khas dan menggugah selera sejak suapan pertama.
Dalam satu porsi, pembeli disuguhi beragam pilihan lauk seperti semur tempe tahu, semur jengkol, semur telur, orek tempe, hingga bihun. Kombinasi rasa gurih nasi dan manisnya semur semakin lengkap dengan sentuhan sambal kacang yang khas.
Berbeda dengan nasi uduk yang umum dijumpai di Subang yang cenderung berwarna kuning dan sederhana, versi Betawi ini menawarkan pengalaman rasa yang lebih kaya dan autentik.
Pemilik warung, Ipiet Nurhayati, mengatakan bahwa kehadiran menu ini bertujuan menghadirkan variasi kuliner sekaligus memperkenalkan cita rasa asli Betawi kepada masyarakat Subang.
“Kami ingin menghadirkan nasi uduk Betawi yang autentik di Subang. Karena itu, juru masaknya langsung dari Betawi agar rasa dan cara masaknya tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyajian yang terbatas pada pagi hari dilakukan demi menjaga kualitas rasa dan kesegaran makanan.




