Viral

Viral Retakan Dasar Laut Pulau Komodo Pasca-Gempa NTT, Ahli Tekankan Butuh Verifikasi Geologi

 

Buletin.news  – Unggahan video yang memperlihatkan fenomena retakan di dasar laut kawasan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak tular dan memicu perbincangan hangat di media sosial. Visual yang direkam oleh penyelam tersebut disinyalir sebagai dampak dari gempa bumi berkekuatan magnitudo besar yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @tarsisabat tersebut memperlihatkan struktur permukaan dasar laut yang mengalami perubahan dengan celah retakan memanjang. Perekam video mengklaim bahwa celah tersebut berada di kedalaman antara 24 hingga 35 meter di bawah permukaan laut sekitar perairan Komodo, Flores, dan Labuan Bajo.

Meski footage visual tersebut memperlihatkan celah yang cukup tajam, keterkaitan langsung antara retakan dasar laut tersebut dengan aktivitas seismik gempa 15 Agustus 2026 masih memerlukan verifikasi ilmiah serta analisis komprehensif dari ahli geologi. Rekaman visual semata dinilai belum cukup untuk membuktikan waktu pasti terbentuknya retakan maupun mekanisme geologis di baliknya, mengingat dinamika arus bawah laut dan Patahan Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust) memiliki karakteristik struktur yang kompleks.

Bencana gempa bumi NTT itu sendiri menimbulkan dampak kerusakan cukup masif di daratan. Berdasarkan pembaruan data terkini, dampak gempa mencatat angka korban jiwa mencapai 75 orang meninggal dunia, lebih dari 900 orang luka-luka, serta diwarnai oleh ribuan kali gempa susulan. Gelombang simpati dan penanganan darurat dari pemerintah pusat serta berbagai lembaga sosial hingga saat ini masih terus digencarkan ke lokasi terdampak di Nusa Tenggara Timur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button