
Buletin.news – Suasana kemeriahan Hari Raya Idul Fitri rupanya masih kental terasa di jantung ibu kota. Menjalankan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, Istana Kepresidenan sukses menggelar hajatan besar bertajuk Pasar Murah di kawasan Silang Monumen Nasional (Monas) pada Sabtu (28/3). Acara yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini menjadi magnet luar biasa bagi warga Jakarta, ditandai dengan pembagian 100 ribu lembar kupon belanja senilai total Rp 50 miliar.
Sekretaris Kabinet, Teddy, memaparkan bahwa setiap lembar voucer yang dibagikan kepada masyarakat memiliki nilai Rp 500 ribu. Kebijakan ini dirancang secara terukur untuk tidak hanya meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok warga, tetapi juga menyuntikkan stimulus langsung pada roda ekonomi kerakyatan. Dari total nominal tersebut, sebesar Rp 300 ribu dikhususkan untuk menebus paket sembako, sementara sisa Rp 200 ribu dapat digunakan secara bebas untuk berbelanja di berbagai stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kecil yang berpartisipasi.
Antusiasme masyarakat terhadap gelaran ini nyaris tak terbendung. Pasar murah yang mulai dibuka pada pukul 16.00 WIB ini langsung diserbu oleh sekitar 100 ribu pengunjung. Menjelang malam, lautan manusia semakin padat hingga pihak kepolisian memperkirakan jumlah pengunjung melonjak hingga menyentuh angka 200 ribu orang. Acara ini memang sengaja ditujukan bagi warga ibu kota yang tidak pulang kampung maupun mereka yang baru saja kembali dari tradisi mudik Lebaran.
Gagasan di balik penyelenggaraan pesta rakyat ini bermula dari evaluasi pemerintah atas membeludaknya antusiasme warga saat momen Lebaran di Istana Kepresidenan pekan sebelumnya. Presiden Prabowo secara khusus meminta agar ruang untuk berbagi kebahagiaan dan kehangatan Lebaran diperluas agar bisa dirasakan oleh sebanyak mungkin lapisan masyarakat.
Untuk memastikan kemeriahan yang merata, pemerintah turut menggandeng para pedagang dari pusat-pusat perbelanjaan ikonik seperti Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen. Sebanyak 800 pedagang kaki lima juga dilibatkan untuk menyediakan 300 ribu porsi makanan gratis bagi para pengunjung. Kemeriahan semakin memuncak dengan adanya sistem undian yang membagikan 1.000 unit sepeda dan 100 unit motor listrik.
Melihat dampak positif dan respons masyarakat yang luar biasa, Teddy membuka sinyal kuat bahwa kegiatan pro-rakyat semacam ini tidak akan berhenti sampai di sini. Pemerintah mempertimbangkan untuk menjadikan pasar murah berskala besar ini sebagai agenda rutin guna terus menghadirkan kebahagiaan dan dukungan nyata bagi perekonomian warga.




