FokusUMKM

Usung Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan, Indonesia Berbagi Praktik Baik di Forum APEC

 

Buletin.news  – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan komitmen Indonesia dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan serta memperluas akses pembiayaan yang inklusif bagi UMKM pada Pertemuan Tingkat Menteri UMKM APEC (32nd APEC SME Ministerial Meeting) di Guangzhou, Cina, Jumat (4/9). Kehadiran Indonesia dalam forum internasional ini menjadi momentum strategis untuk berbagi pengalaman serta praktik kebijakan terbaik yang dapat menjadi pembelajaran bersama bagi negara-negara anggota APEC.

Menteri Maman menegaskan bahwa efektivitas kebijakan pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan, melainkan dari kemampuannya mendorong UMKM tumbuh, resilien, dan naik ke tingkat pengembangan yang lebih tinggi. Salah satu instrumen utama yang terus diperkuat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 24 Agustus 2026, penyaluran KUR telah mencapai Rp201 triliun kepada 3,1 juta debitur, di mana 51 persen di antaranya disalurkan kepada wirausaha perempuan. Selain KUR, pemerintah juga mentransformasi skema pembiayaan Mekaar dengan menargetkan penurunan tingkat pembiayaan dari 20–25 persen menjadi 8 persen mulai tahun ini.

IMG 20260907 WA0004
Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Forum APEC 2026

Di sektor pengembangan usaha, pemerintah memperkuat program PRO-KESRA Produktif yang diintegrasikan lintas kementerian dan lembaga. Program ini dirancang tidak hanya untuk menciptakan wirausaha baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan skala usaha guna mendukung pencapaian target 10 juta orang berusaha dan bekerja di seluruh wilayah Indonesia.

Dari sisi regulasi dan ekosistem nasional, Indonesia memaparkan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Payung hukum ini menjadi acuan kebijakan lintas sektor sekaligus menetapkan target capaian rasio kewirausahaan Indonesia hingga 8 persen pada tahun 2045.

Seluruh layanan pengembangan kewirausahaan dan pemantauan program tersebut kini diintegrasikan melalui platform terpadu SAPA UMKM. Melalui berbagai langkah inovatif ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas UMKM domestik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam agenda APEC untuk membangun UMKM yang lebih inklusif, digital, dan terhubung dengan rantai pasar global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button