Tokoh

Umar Anggara Jenie Menjaga Sains Tetap Beretika

Buletin.news – Ketika rekayasa genetika dan bioteknologi bergerak semakin cepat, muncul satu pertanyaan mendasar, sejauh mana manusia boleh mengembangkan teknologi tanpa kehilangan batas moral?

Prof. Umar Anggara Jenie hadir di tengah pertanyaan tersebut. Mantan Kepala LIPI dan pakar kimia farmasi ini dikenal sebagai salah satu tokoh Indonesia yang aktif mendorong bioetika dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perannya di UNESCO International Bioethics Committee (IBC) membawanya ke ruang perumusan pemikiran dan pedoman bioetika internasional. Beliau ikut memperjuangkan prinsip bahwa kemajuan bioteknologi harus tetap menghormati martabat manusia, hak asasi serta kelestarian lingkungan.

Baginya, ilmu pengetahuan tidak boleh berjalan tanpa arah. Teknologi dapat membuka kemungkinan-kemungkinan baru, tetapi manusialah yang harus menentukan batas, tujuan dan tanggung jawab penggunaannya.

Kiprahnya di berbagai forum akademik dan lembaga internasional memperlihatkan bahwa kontribusi ilmuwan Indonesia tidak hanya berada di laboratorium, tetapi juga dalam menentukan bagaimana ilmu pengetahuan digunakan secara bertanggung jawab.

“Kemajuan sains tanpa dipandu oleh etika dan moral hanya akan membawa peradaban menuju kehancuran yang canggih.”

Warisan Umar Anggara Jenie adalah pengingat penting bahwa peradaban tidak cukup hanya menjadi semakin pintar, tapi juga harus semakin bijaksana.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button