Tokoh

Josaphat Tetuko Menjinakkan Bencana dari Langit

Buletin.news – Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo adalah ilmuwan Indonesia yang membawa teknologi radar antariksa ke panggung dunia. Lahir dan tumbuh di Bandung, beliau menekuni dunia sains dengan satu pertanyaan besar yakni bagaimana teknologi dari luar angkasa dapat digunakan untuk melindungi kehidupan di bumi?

Jawabannya yang beliau temukan melalui pengembangan Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR), teknologi radar yang mampu memetakan permukaan bumi, mendeteksi perubahan bentuk lahan, serta membantu pemantauan potensi bencana secara cepat. Keunggulan teknologi ini terletak pada kemampuannya bekerja siang maupun malam, bahkan ketika awan tebal dan cuaca buruk menghalangi pengamatan optik.

Riset Josaphat tidak berhenti di laboratorium. Teknologi dan paten yang dikembangkannya telah diterapkan pada berbagai platform, termasuk satelit dan pesawat tanpa awak (drone) untuk mendukung pemantauan lingkungan, kebencanaan dan perubahan permukaan bumi.

Karier akademiknya kemudian membawanya ke Jepang. Beliau dipercaya menjadi profesor penuh di Chiba University, sekaligus membangun reputasi sebagai salah satu ilmuwan Indonesia yang diperhitungkan dalam teknologi radar dan penginderaan jauh.

Berbagai penghargaan internasional turut mengiringi perjalanan ilmiahnya, termasuk apresiasi dari IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) serta berbagai pengakuan akademik dari institusi dan negara lain.

Namun, pencapaian Josaphat bukan semata tentang gelar, paten, atau penghargaan. Di balik teknologi radar yang dikembangkannya terdapat gagasan sederhana yaitu sains harus kembali kepada manusia.

Dari langit, beliau membaca perubahan bumi, dari teknologi beliau membantu manusia memahami ancaman yang datang, dari perjalanan seorang ilmuwan Indonesia di panggung global, Josaphat menunjukkan bahwa anak bangsa dari negeri kepulauan pun mampu menciptakan teknologi untuk menjaga bumi.

“Sains antariksa bukan tentang menjauhi bumi, melainkan tentang mencari cara terbaik untuk menjaga tanah tempat kita berpijak.” Josaphat Tetuko bukan sekadar peneliti radar, tapi beliau  adalah contoh bagaimana ilmu pengetahuan dapat menjadi mata bagi manusia untuk melihat ancaman sebelum bencana datang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button