
Buletin.news – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda menjadikan sektor pertanian sebagai ladang bisnis masa depan melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan penguatan karakter. Menurutnya, pertanian modern memiliki potensi besar melahirkan pengusaha nasional yang mampu bersaing di tingkat global.
Ajakan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Pengusaha Tani Indonesia (PTI) di Auditorium Kementerian Pertanian.
“Bangunkan lahan tidur, hidupkan pemuda, hidupkan desa. Jika pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia,” kata Amran.
Amran mendorong PTI menjadi organisasi yang mampu mencetak pengusaha muda tangguh sekaligus menjadi motor penggerak transformasi pertanian di berbagai daerah. Ia mengajak seluruh anggota memanfaatkan lahan produktif, membangun kawasan percontohan berbasis teknologi, serta memberdayakan petani dan generasi muda.
Menurutnya, Kementerian Pertanian siap berkolaborasi dengan PTI melalui pendampingan, penerapan teknologi modern, hingga pengembangan kawasan pertanian berbasis inovasi untuk mempercepat lahirnya wirausaha muda di sektor pertanian.
Selain kemampuan bisnis, Amran menegaskan bahwa karakter merupakan modal utama seorang pengusaha. Disiplin, kerja keras, keberanian mengambil risiko, dan pantang menyerah menjadi kunci untuk meraih kesuksesan.
“Kalau kehilangan uang, Anda tidak kehilangan apa-apa. Kalau kehilangan semangat, Anda kehilangan sesuatu. Tetapi kalau kehilangan karakter, Anda kehilangan segalanya. Karakter itulah yang membawa seseorang menjadi pemimpin dan pengusaha sukses,” ujarnya.
Mentan Amran menilai kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan usaha, melainkan proses pembelajaran yang harus dilalui setiap entrepreneur.
“Kalau mau menjadi pengusaha, siaplah rugi lebih dulu. Minimal lima sampai sepuluh tahun. Ketika berhasil, hasilnya bisa berlipat. Siap rugi berarti siap menjadi pengusaha besar,” tegasnya.
Amran juga meluruskan anggapan bahwa pertanian tidak menarik bagi generasi muda. Menurutnya, justru sektor berbasis pertanian telah melahirkan banyak pengusaha besar di Indonesia, mulai dari bidang pangan, perkebunan hingga industri pengolahan hasil pertanian.
Ia menegaskan persoalan utama bukan terletak pada sektor pertaniannya, melainkan pada pola pikir masyarakat yang masih memandang pertanian sebagai sektor tradisional.
“Hampir 80 persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian. Artinya, pertanian adalah sektor yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan inovasi, teknologi, kerja keras, dan keberanian mengambil risiko,” kata Amran.
Melalui kolaborasi pemerintah dan organisasi pengusaha muda, Kementerian Pertanian optimistis regenerasi petani dapat dipercepat sekaligus mencetak lebih banyak wirausaha muda yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.




