Tampil Berani di KTT BRICS, Prabowo Tegaskan Indonesia Ogah Didikte!

Buletin.news – Presiden Prabowo Subianto tampil mencuri perhatian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di India. Di hadapan para pemimpin dunia seperti Narendra Modi, Xi Jinping, hingga Vladimir Putin, Prabowo menyuarakan pesan menohok bahwa Indonesia tidak akan pernah mau didikte oleh kekuatan mana pun. Ia mengusung spirit Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung untuk memperkuat barisan negara-negara Global South.
Menurut Prabowo, kekuatan hakiki sebuah negara selalu berawal dari kemampuan memberi makan rakyatnya, menjamin pasokan energi, serta menyediakan pendidikan berkualitas. Dengan fondasi dalam negeri yang kokoh dan mandiri, Indonesia dapat berdiri sejajar sebagai mitra yang setara di tingkat global. Ketahanan pangan dan energi ini ditegaskan menjadi benteng utama agar bangsa tidak terombang-ambing oleh tekanan ekonomi maupun politik luar negeri.
Tak hanya menyentil independensi, Prabowo juga menyerukan reformasi total pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar lebih representatif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh negara. Menurutnya, blok BRICS yang menguasai porsi besar ekonomi dan populasi dunia memiliki potensi kolektif luar biasa untuk menciptakan sistem multilateral yang lebih adil. Langkah ini dinilai penting demi memastikan setiap negara memiliki hak suara yang setara dalam menjaga perdamaian dunia.




