
Es Pisang Ijo Kian Mendunia, Warisan Kuliner Makassar yang Bertahan di Tengah Modernisasi
Buletin.news – Es pisang ijo, kuliner khas Makassar, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara yang tak lekang oleh waktu. Di tengah gempuran makanan modern, hidangan tradisional ini justru semakin populer dan diminati berbagai kalangan.
Dikenal dengan cita rasa segar, manis, dan lembut, es pisang ijo menjadi pilihan favorit, terutama saat cuaca panas. Hidangan ini terbuat dari pisang raja yang dibalut adonan tepung berwarna hijau, kemudian disajikan dengan sirup merah, santan, dan es serut. Perpaduan bahan tersebut menciptakan harmoni rasa yang khas dan memanjakan lidah.
Seiring perkembangan zaman, es pisang ijo tak lagi hanya dapat ditemukan di Sulawesi Selatan. Kini, kuliner ini telah menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia dan menjadi salah satu produk unggulan pelaku UMKM dalam mengembangkan wisata kuliner daerah.
Popularitas es pisang ijo juga terdongkrak oleh kehadiran media sosial seperti TikTok dan Instagram. Beragam konten yang menampilkan proses pembuatannya yang unik berhasil menarik perhatian publik, mendorong banyak orang untuk mencoba membuat sendiri maupun berburu penjual di sekitar mereka.
Ahli gastronomi, Rafi Maulana, menilai es pisang ijo sebagai contoh keberhasilan pelestarian kuliner tradisional melalui inovasi. Menurutnya, pelaku usaha kuliner perlu terus menjaga kualitas rasa sekaligus mempertahankan identitas budaya dalam setiap penyajian.
“Es pisang ijo bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita budaya yang menyertainya. Inovasi boleh dilakukan, namun esensi tradisionalnya harus tetap dijaga,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Kuliner Lokal Kita, resep es pisang ijo telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bugis-Makassar. Tradisi ini menjadikan hidangan tersebut sebagai simbol budaya sekaligus kekayaan kuliner yang terus dijaga keberlangsungannya.
Lebih dari sekadar makanan penutup, es pisang ijo merepresentasikan perpaduan antara rasa, sejarah, dan kebanggaan lokal. Dengan strategi promosi yang tepat dan konsistensi kualitas, kuliner ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi ikon nasional bahkan menembus pasar internasional.




