
Buletin.news – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM), Helvi Moraza, menegaskan tiga aspek utama yang wajib diperkuat oleh para pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Ketiga aspek tersebut mencakup pemanfaatan teknologi, penguatan kemitraan strategis, serta perluasan akses pasar.
Pernyataan tersebut disampaikan Helvi dalam webinar RRI Fest 2026 bertema “Saatnya Menembus Pasar Global” yang diselenggarakan oleh LPP RRI bekerja sama dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Helvi menekankan bahwa digitalisasi bagi UMKM harus bertransformasi dari sekadar go online menjadi go productive. Pemanfaatan teknologi harus ditujukan untuk meningkatkan efisiensi produksi, manajemen keuangan, riset pasar, hingga inovasi produk. Selain itu, penguatan kemitraan dengan usaha besar, BUMN, lembaga pembiayaan, hingga perguruan tinggi dinilai krusial untuk memperkuat skala usaha, memenuhi standardisasi, dan masuk ke dalam rantai pasok global.
Peluang UMKM Indonesia untuk berekspansi ke pasar internasional dinilai sangat terbuka luas, ditopang oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional, potensi ekspor sektor ekonomi kreatif—khususnya subsektor fesyen—serta tingginya potensi pasar halal global yang diproyeksikan mencapai 3,36 triliun dolar AS pada tahun 2028.
Guna merespons peluang tersebut, Kementerian UMKM terus memperkuat ekosistem pendampingan, sertifikasi, pembiayaan, dan digitalisasi layanan melalui platform terpadu SAPA UMKM. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak produk UMKM nasional berdaya saing tinggi dan menjadi bagian dari rantai nilai global secara berkelanjutan.




