Momen

Suntik Agenda Ekonomi Hijau, Maybank Marathon 2026 Gelar Sustainability Day di Bali

 

Buletin.news – Ajang lari internasional Maybank Marathon 2026 tidak hanya hadir sebagai agenda olahraga, melainkan memperluas perannya sebagai wadah pemberdayaan ekonomi, inklusi sosial, dan dekarbonisasi di Bali. Melalui rangkaian Maybank Marathon Sustainability Day 2026 yang digelar pada 21–22 Agustus 2026, agenda ini difokuskan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, penyandang disabilitas, hingga komunitas desa menjelang puncak perlombaan di Bali United Training Center, Gianyar.

Hari pertama kegiatan dipusatkan di Piduh Charity Café, Gianyar, yang menjadi wadah pelatihan keterampilan bagi pemuda berkebutuhan khusus di bawah naungan Yayasan Widya Guna. Kemitraan ini menegaskan prinsip keberlanjutan yang inklusif agar tidak ada satu pihak pun yang tertinggal. Langkah tersebut sejalan dengan misi perseroan untuk menempatkan manusia, komunitas, dan lingkungan sebagai fokus utama menuju target netralitas karbon pada tahun 2030.

Strategi keberlanjutan Maybank Marathon dijalankan secara menyeluruh melalui tiga pilar utama. Pada pilar pendidikan, perseroan memberikan literasi keuangan berkelanjutan bagi ribuan siswa dan guru di Gianyar. Pilar pemberdayaan masyarakat diwujudkan lewat pembukaan kategori Wheelchair, program Run for Charity, serta dukungan pusat pelatihan kemandirian. Sementara itu, pilar lingkungan dan dekarbonisasi difokuskan pada penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, hingga perintisan Program Desa Sanding Bebas Emisi sebagai percontohan desa dekarbonisasi adat di Bali hasil kolaborasi bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia.

Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, mengapresiasi integrasi program lingkungan dan sosial ini karena membuktikan bahwa gelaran olahraga berskala internasional dapat berjalan beriringan dengan perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal. Melalui konsistensi inisiatif ini, Maybank Indonesia berharap model pengurangan emisi berbasis komunitas desa adat dapat terus direplikasi secara luas di seluruh Provinsi Bali.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button