
Buletin.news – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membantah keras isu yang menyebut pemerintah membeli tanah masyarakat Papua dengan harga Rp100 ribu per hektare. Menurutnya, informasi tersebut merupakan fitnah yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Penegasan itu disampaikan Amran saat menghadiri Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Rapat Kerja Nasional IPM di Universitas Muhammadiyah Jakarta, ketika menjawab pertanyaan peserta mengenai program pengembangan pertanian di Papua.
“Isu tanah Rp100 ribu per hektare itu fitnah yang sangat kejam. Faktanya, lahan pertanian yang dibangun pemerintah tetap menjadi milik masyarakat, bukan diambil alih negara,” tegas Amran.
Mentan Amran menjelaskan, pemerintah telah membangun sekitar 137 ribu hektare lahan pertanian di Papua dengan menyediakan irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta berbagai bantuan secara gratis untuk meningkatkan produktivitas petani.
Menurut Amran, program tersebut justru meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah petani kini mengelola lahan seluas 3–4 hektare dengan pendapatan mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan, sementara traktor dan fasilitas pendukung menjadi milik kelompok tani.
Amran juga mengungkapkan bahwa saat berkunjung ke Papua, masyarakat tidak menolak program cetak sawah. Sebaliknya, mereka meminta pemerintah memperluas pengembangan lahan agar lebih banyak warga merasakan manfaatnya.
Karena itu, Mentan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu melihat langsung fakta di lapangan.
“Kita harus melihat fakta, bukan percaya begitu saja pada narasi yang belum tentu benar. Dengarkan masyarakat yang benar-benar merasakan manfaat program ini,” pungkasnya.




