Tokoh

Hadi Soesastro “Arsitek Ekonomi Asia-Pasifik”

Buletin.news – Ketika persaingan ekonomi dan geopolitik Asia-Pasifik semakin kompleks, Indonesia membutuhkan pemikir yang mampu melihat kawasan bukan sekadar sebagai arena persaingan, tetapi sebagai ruang kerja sama. Prof. Hadi Soesastro adalah salah satu intelektual Indonesia yang memainkan peran penting dalam membangun gagasan tersebut.

Sebagai salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Hadi dikenal sebagai ekonom dan pemikir ekonomi politik internasional yang banyak memberikan kontribusi terhadap perumusan gagasan mengenai hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Asia-Pasifik.

Pemikirannya berkembang pada masa ketika integrasi ekonomi kawasan mulai menjadi agenda penting. Beliau aktif mendorong gagasan bahwa keterhubungan ekonomi dapat menjadi instrumen untuk menciptakan stabilitas, memperluas perdagangan dan meningkatkan kesejahteraan negara-negara di kawasan.

Hadi juga dikenal melalui keterlibatannya dalam diskusi dan pengembangan kerja sama ekonomi regional, termasuk APEC dan ASEAN. Baginya, hubungan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari dinamika politik, kepentingan nasional dan perubahan geopolitik yang berlangsung di kawasan.

Kekuatan pemikirannya terletak pada kemampuannya menjembatani dunia akademik dengan kebijakan publik. Gagasan ekonomi tidak berhenti sebagai teori, tetapi diterjemahkan menjadi perspektif strategis yang dapat digunakan untuk membaca perubahan kawasan dan menentukan posisi Indonesia.

Reputasinya juga mendapat pengakuan dari komunitas akademik internasional. Australian National University (ANU) bahkan mengabadikan namanya melalui Hadi Soesastro Lecture, sebuah penghormatan yang menunjukkan jejak pemikirannya dalam kajian ekonomi dan hubungan internasional.

Warisan Hadi Soesastro menjadi semakin relevan ketika dunia menghadapi fragmentasi ekonomi, persaingan kekuatan besar dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Dalam situasi seperti itu, kerja sama regional bukan sekadar pilihan diplomatik, tetapi kebutuhan untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan bersama.

“Kerja sama internasional yang sejati dibangun di atas rasa saling percaya dan pemahaman bahwa kesejahteraan tetangga kita adalah kesejahteraan kita juga.”

Pesan tersebut merangkum pemikiran Hadi bahwa kawasan yang kuat bukan dibangun dengan mengorbankan tetangga, melainkan dengan menciptakan kemajuan bersama.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button