Joe Hin Tjio Mengubah Angka, Mengubah Sejarah Genetika

Buletin.news – Selama puluhan tahun, dunia kedokteran meyakini bahwa manusia memiliki 48 kromosom. Keyakinan itu berubah pada 1955 ketika Dr. Joe Hin Tjio, ilmuwan genetika kelahiran Pekalongan yang berhasil membuktikan bahwa manusia sebenarnya memiliki 46 kromosom atau 23 pasang.
Penemuan tersebut dilakukan di Institute of Genetics, Lund, Swedia, bersama Albert Levan. Dengan teknik pengamatan kromosom yang lebih tepat, Tjio berhasil menghitung jumlah kromosom manusia secara akurat dan membantah pemahaman yang telah lama diterima dunia ilmiah.
Temuannya menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan genetika manusia. Pengetahuan tentang jumlah dan struktur kromosom kemudian menjadi dasar penting untuk memahami berbagai kelainan genetik, termasuk Down syndrome, yang berkaitan dengan adanya salinan ekstra kromosom 21.
Joe Hin Tjio menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan sering kali bermula dari keberanian untuk mempertanyakan sesuatu yang dianggap sudah benar. Ia tidak sekadar menemukan angka baru, tetapi membuka babak baru dalam pemahaman manusia tentang dirinya sendiri. Warisan ilmiahnya melampaui laboratorium. Penemuan tentang 46 kromosom menjadi fondasi penting bagi perkembangan sitogenetika dan penelitian penyakit genetik modern.
“Sains membutuhkan keberanian untuk mempertanyakan keyakinan lama demi menemukan kebenaran yang sesungguhnya.”
Dari Pekalongan hingga laboratorium genetika dunia, Joe Hin Tjio membuktikan bahwa satu penemuan sederhana dalam menghitung kromosom dapat mengubah cara manusia memahami kehidupan.




