Kuliner

Seruit, Sambal Tempoyak Khas Lampung

Buletin.news – Seruit bukan sekadar hidangan khas Lampung. Di balik perpaduan ikan dan sambal tempoyak, terdapat tradisi nyeruit, yakni makan bersama yang menjadi bagian dari cara masyarakat Lampung mempererat silaturahmi.

Seruit umumnya menggunakan ikan air tawar seperti gurame atau patin yang digoreng atau dibakar. Ikan kemudian dipenyet dan dicampur dengan sambal berbahan cabai, terasi, tempoyak atau durian fermentasi, serta perasan mangga muda atau kuini.

Perpaduannya menghasilkan cita rasa yang berlapis gurih ikan, pedas cabai, aroma khas tempoyak, serta sensasi asam dan manis buah. Seruit biasanya disantap bersama nasi hangat dan lalapan, termasuk daun singkong rebus.

Resep Seruit Lampung

Bahan 1 potong ikan gurame/patin sekitar 150 gram, garam dan kunyit secukupnya, minyak untuk menggoreng atau bahan bakar

Sambal

1 sdm tempoyak, 2 cabai merah, 3 cabai rawit, 1 siung bawang merah, ½ sdt terasi bakar, 1 sdm perasan mangga muda/kuini, garam secukupnya dan 2 sdm air hangat.

Cara membuatnya

  1. Bumbui ikan dengan garam dan kunyit, kemudian goreng atau bakar hingga matang.
  2. Ulek cabai, bawang merah, terasi, dan garam hingga halus.
  3. Masukkan tempoyak, perasan mangga, dan air hangat. Aduk hingga menjadi sambal agak cair.
  4. Masukkan ikan, kemudian penyet perlahan agar sambal meresap.

Lebih dari sekadar perpaduan ikan dan sambal, Seruit adalah simbol kebersamaan masyarakat Lampung. Tradisi nyeruit membuat hidangan ini tidak hanya dinikmati karena rasanya, tetapi juga karena nilai silaturahmi yang menyertainya.

Selamat mencoba

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button