UMKM

Perkuat Kewirausahaan Perguruan Tinggi, UMKM dan APSKI Sepakati 6 Agenda Kolaborasi Strategis

 

Buletin.news – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) mengukuhkan komitmennya untuk mentransformasi perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Langkah ini diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan Asosiasi Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) dalam Rakernas III APSKI yang berlangsung di Kuta, Bali, Kamis (23/7/2026).

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenUMKM, Riza Damanik, menggarisbawahi pentingnya perguruan tinggi dalam membentuk karakter serta pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) mahasiswa, agar mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas ketimbang sekadar menjadi pencari kerja.

“Pendidikan, pendampingan, inkubasi, legalitas, pembiayaan, digitalisasi, teknologi, pemasaran, hingga kemitraan usaha harus terhubung dalam satu perjalanan pengembangan usaha yang berkelanjutan,” ujar Riza Damanik.

Implementasi Perpres 38/2026 dan Program PRO-KESRA Produktif

Pendekatan terpadu ini menjadi langkah taktis dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Untuk mendukung percapaian target nasional 10 juta penduduk berusaha dan bekerja, KemenUMKM mengandalkan program PRO-KESRA Produktif sebagai instrumen pemberdayaan terintegrasi.

Seluruh rantai pembinaan—mulai dari inkubasi bisnis, fasilitasi legalitas, sertifikasi, hingga pembiayaan—akan diintegrasikan secara penuh melalui superapp SAPA UMKM sebagai pintu masuk tunggal layanan dan data nasional.

6 Agenda Kolaborasi Strategis KemenUMKM & APSKI

Guna mempercepat konsolidasi di tingkat akademis, KemenUMKM dan APSKI menyepakati enam poin kerja sama utama:

* Mendukung implementasi penuh Perpres Nomor 38 Tahun 2026 di lingkungan kampus.

* Memperluas pemanfaatan dan penetrasi program PRO-KESRA Produktif bagi mahasiswa dan alumni.

* Memperkuat kurikulum pendidikan kewirausahaan agar lebih aplikatif dan berbasis praktik.

* Mengintegrasikan ekosistem digital kampus dengan platform SAPA UMKM.

* Penyelenggaraan kuliah umum kewirausahaan secara nasional secara berkala.

* Mengintegrasikan indikator pengembangan kewirausahaan ke dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Agenda yang mengusung tema “Transformasi Pendidikan Kewirausahaan melalui Kecerdasan Artifisial” ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badri Munir Sukoco, Ketua Dewan Pengawas APSKI Wawan Dhewanto, serta Ketua Umum APSKI Sonny Rustiadi.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button