Kementerian UMKM Dorong Petani Jagung Jember Manfaatkan KUR Tanpa Agunan

Buletin.news – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KemenUMKM) bergerak cepat memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mendorong para petani untuk membangun skala ekonomi secara berkelompok. Langkah ini diambil guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta posisi tawar petani di pasar.
Pesan strategis tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro KemenUMKM, Riza Damanik, saat menghadiri kegiatan tanam perdana jagung kemitraan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (21/7/2026).
Riza menekankan bahwa ketahanan pangan nasional tidak akan bisa terwujud tanpa dibarengi oleh kesejahteraan petaninya. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan instrumen dukungan finansial khusus berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang fleksibel dan pro-petani.
Poin Utama Skema KUR dan Pengawasan KemenUMKM
* Plafond Tanpa Agunan Tambahan: Pembiayaan KUR hingga Rp100 juta dapat diakses petani tanpa perlu melampirkan agunan tambahan sesuai ketentuan berlaku.
* Sanksi Tegas untuk Penyalur Nakal: Pemerintah menegaskan tidak mentoleransi pihak penyalur KUR yang masih meminta agunan tambahan untuk pinjaman di bawah Rp100 juta dan menyiapkan mekanisme sanksi bagi pelanggar.
* Skema Pembayaran Yarnen (Bayar Setelah Panen): Cicilan kredit disesuaikan dengan siklus produksi panen jagung, sehingga tidak membebani arus kas petani selama masa tanam.
Mengubah Pola Kelola Lahan Melalui Kelompok Tani
Riza menilai tantangan terbesar sektor pertanian saat ini adalah kepemilikan lahan yang relatif kecil secara individu. Solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah melalui penguatan kelembagaan kelompok tani.
“Tidak ada yang salah dengan lahan yang kecil. Yang perlu kita ubah adalah cara mengelolanya. Ketika petani berkelompok, mereka dapat membeli benih, pupuk, maupun sarana produksi secara bersama sehingga lebih efisien. Di sisi lain, volume produksi yang lebih besar juga akan meningkatkan posisi tawar petani dalam menentukan harga,” tegas Riza.
Melalui sinergi lintas sektor -termasuk keterlibatan perguruan tinggi seperti UKRI-KemenUMKM optimistis sektor pertanian dapat berkembang menjadi lini bisnis yang produktif, berdaya saing, serta menjadi pilar utama kedaulatan pangan Indonesia.




