
Buletin.news – Di balik lembah sunyi di Sumatera Barat, terdapat sebuah kota yang pernah menjadi jantung industri batu bara Hindia Belanda. Sawahlunto adalah kota warisan dunia UNESCO yang mempertahankan arsitektur kolonialnya dengan sangat apik, mulai dari gedung serbaguna kuno hingga jaringan terowongan bawah tanah Mbah Soero. Berjalan menyusuri kota ini serasa masuk ke dalam set film sejarah yang penuh dengan cerita tentang kerja paksa (orang rantai) dan kejayaan masa lalu.
Sangat edukatif bagi anak-anak sekolah yang ingin mempelajari sejarah industri dan teknik pertambangan masa lalu. Suasana kotanya yang bersih, tenang, dan minim polusi membuatnya sangat nyaman dinikmati dengan berjalan kaki bersama keluarga.
Panduan Rute: Tiba terlebih dahulu di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang. Dari bandara, Anda bisa menyewa mobil atau naik travel melewati jalur Pegunungan Bukit Barisan dan Kota Solok menuju Sawahlunto. Perjalanan darat ini memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam berkendara.




