
Prabowo Kepincut Keahlian ‘Criminal Mind’ Mardigu, Sebut Sangat Relevan untuk KPK
Buletin.news – Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi meja bundar bersama sejumlah tokoh nasional di Hambalang, Bogor. Pertemuan yang berlangsung santai namun bernas selama lebih kurang 6,5 jam tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari arah kebijakan nasional hingga dinamika geopolitik global.
Di tengah diskusi, perhatian Presiden tertuju pada rekam jejak akademis salah satu peserta, yakni Mardigu Wowiek Prasantyo. Pengusaha yang lebih akrab disapa “Bossman Mardigu” di dunia maya tersebut diketahui memiliki latar belakang pendidikan psikologi dari San Francisco State University, dengan spesialisasi pada analisis pemikiran kriminal (criminal mind) dan investigasi forensik.
Prabowo menilai disiplin ilmu yang mendalami pola pikir pelaku kejahatan sangat krusial dalam konteks penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, pemahaman psikologis terhadap motif seseorang melakukan kejahatan tidak hanya berguna untuk mengungkap kasus yang sudah terjadi, tetapi juga efektif sebagai langkah pencegahan (preventif).
”Keahlian seperti ini sangat penting. Seharusnya ilmu seperti ini ada di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” ujar Prabowo, yang langsung disambut tawa hangat dari para peserta diskusi, Rabu (25/3).
Presiden menyoroti sebuah fenomena ironis di mana banyak individu yang secara finansial sudah sangat mapan dan kaya raya, namun tetap nekat melakukan korupsi atau pelanggaran hukum lainnya. Ia berpendapat bahwa perilaku serakah semacam ini tidak bisa hanya dijelaskan secara hukum materiel, melainkan harus dibedah melalui pendekatan psikologis dan pola pikir pelakunya.
Merespons ketertarikan Presiden, Mardigu menyatakan kesiapannya untuk membedah lebih dalam fenomena psikologis di balik tindak pidana korupsi kerah putih tersebut. “Hal-hal seperti itu memang yang harus dijelaskan secara gamblang, Pak,” timpal Mardigu.
Pertemuan di Hambalang ini turut dihadiri oleh deretan tokoh publik lintas bidang. Beberapa nama yang tampak hadir antara lain Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, jurnalis senior Najwa Shihab, serta pengamat politik Rizal Mallarangeng. Melalui pertemuan ini, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk merangkul berbagai elemen bangsa demi mewujudkan transformasi nasional yang kuat dan bersatu.
Profil Singkat Mardigu
Mardigu Wowiek Prasantyo dikenal publik sebagai sosok multitalenta: pengusaha, pengamat geopolitik, dan kreator konten dengan jutaan pengikut. Lahir di Madiun pada era 1960-an, ia mengawali kariernya di sektor perbankan pada dekade 90-an sebelum melebarkan sayap bisnisnya ke industri minyak dan gas, aset digital, hingga kuliner.
Dalam ranah pendidikan dan pemerintahan, Mardigu tercatat pernah menjadi pengajar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan sempat menjabat sebagai staf ahli di Kementerian Pertahanan. Di luar aktivitas bisnis dan akademisnya, ia aktif mengelola Rumah Yatim Indonesia yang kini membina lebih dari 10.000 santri dari seluruh penjuru Nusantara. Di media sosial, gaya bicaranya yang lugas dan kritis terhadap berbagai kebijakan publik kerap memancing atensi, menjadikannya salah satu tokoh yang cukup berpengaruh, terutama di kalangan generasi muda dan profesional.



