Pertanian

ementan Guyur Pasokan Cabai ke PIKJ, Gandeng Champion Nasional Redam Lonjakan Harga

Buletin.news – Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) untuk mengguyur pasokan cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) sebagai langkah cepat menekan lonjakan harga cabai rawit merah di pasaran. Rabu (18/02/2026)

Intervensi ini dilakukan menyusul kenaikan harga cabai akibat lonjakan permintaan menjelang momentum konsumsi tinggi, sementara sejumlah sentra produksi mengalami jeda panen karena faktor cuaca dan hari libur.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa ketersediaan cabai secara nasional masih dalam kondisi aman dan produksi tetap berjalan di berbagai daerah.

“Kenaikan harga saat ini lebih dipicu oleh peningkatan permintaan. Karena itu, kami tambah pasokan ke PIKJ agar harga kembali dalam batas wajar tanpa merugikan petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, Gerakan Aksi Guyur Pasokan akan berlangsung hingga 30 hari ke depan atau sampai harga kembali stabil.

Langkah stabilisasi ini dilakukan bersama Badan Pangan Nasional, Bareskrim, serta dinas daerah guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Pasokan tambahan berasal dari sentra produksi yang tengah memasuki masa panen optimal, dengan pendekatan berbasis neraca produksi nasional agar keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Agung Sunusi, menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk melindungi semua pihak.

“Kami memastikan suplai dari sentra ke PIKJ dikawal bersama. Stabilitas harga harus memberi margin adil bagi petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI). Ketua ACCI, Ardhy, menyatakan kesiapan para champion cabai di berbagai daerah untuk memasok hasil panen secara berkelanjutan.

“Kami pastikan stok tersedia dan produksi berjalan. Kami berkomitmen menjaga harga tetap dalam koridor kewajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Targetnya jelas, petani untung dan konsumen tersenyum,” katanya.

Sebagai barometer harga hortikultura nasional, Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran strategis dalam memengaruhi harga di berbagai pasar turunan di wilayah Jabodetabek. Dengan tambahan pasokan yang terukur dan terkoordinasi, pemerintah optimistis tekanan harga cabai dapat segera mereda.

Kementan akan terus melakukan pemantauan harian terhadap harga dan distribusi cabai, serta memperkuat koordinasi lintas daerah guna memastikan pasokan tetap lancar dan stabil di seluruh wilayah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button