UMKM

Kejar Target 3,6 Persen di 2029, Kementerian UMKM Fokus Perkuat Literasi Digital Pelaku Usaha

Buletin.news – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menetapkan target ambisius untuk mendongkrak rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada tahun 2029. Langkah ini dipandang sebagai strategi krusial dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, menjelaskan bahwa saat ini rasio kewirausahaan Indonesia berada di level 3,29 persen. Meskipun pasar digital di tanah air tumbuh pesat dengan dominasi usaha mikro dan kecil mencapai 97 persen di platform e-commerce, tantangan besar masih membayangi terkait kesenjangan pemahaman teknologi dan pengelolaan finansial.

“Target kami adalah mencapai 3,6 persen pada 2029. Namun, tantangan utama di era digital ini adalah literasi yang belum merata, baik dari sisi keuangan maupun digital di kalangan pelaku usaha,” ujar Siti Azizah dalam forum pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC), 6/2/2026 di Jakarta.

Sebagai bagian dari upaya mencapai target tersebut, Kementerian UMKM terus menggalakkan digitalisasi secara masif melalui penggunaan e-wallet, transfer bank, hingga optimalisasi QRIS. Program-program peningkatan kapasitas dan kapabilitas juga disiapkan untuk membantu pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar global yang serba cepat.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, sebelumnya menekankan bahwa peningkatan jumlah wirausaha merupakan kunci untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 5 persen belum cukup memberikan dampak signifikan jika tidak dibarengi dengan munculnya wirausaha baru yang mampu membuka lapangan kerja secara mandiri.

Pemerintah menyadari bahwa penciptaan ekosistem kewirausahaan yang kondusif tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia industri, serta lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk membangun iklim usaha yang sehat. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kewirausahaan nasional bukan hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas agar dapat menjadi daya ungkit ekonomi yang berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button