Viral

Kemendikdasmen Buka Suara Soal Viral Peringkat Sekolah Berdasarkan Nilai Tes Kemampuan Akademik

Buletin.news – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akhirnya menanggapi maraknya perbincangan di media sosial mengenai kemunculan daftar peringkat sekolah yang disusun berdasarkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Daftar tersebut menjadi viral setelah banyak orang tua dan calon siswa menjadikannya acuan utama dalam memilih sekolah favorit pada jenjang berikutnya.

Menyikapi fenomena tersebut, pihak Kemendikdasmen menegaskan bahwa daftar peringkat yang beredar luas itu bukanlah rilisan resmi dari kementerian. Pemerintah menekankan bahwa standar penilaian sekolah saat ini telah bertransformasi dan tidak lagi hanya bertumpu pada satu indikator nilai akademik tunggal seperti TKA atau ujian nasional di masa lalu.

Juru bicara kementerian menjelaskan bahwa evaluasi kualitas satuan pendidikan sekarang dilakukan melalui Asesmen Nasional (AN). Berbeda dengan sistem pemeringkatan konvensional, Asesmen Nasional dirancang untuk memotret kualitas proses pembelajaran, iklim keamanan sekolah, serta karakter siswa secara komprehensif, bukan sekadar nilai angka individu.

“Masyarakat diharapkan tidak terjebak pada pemeringkatan yang hanya melihat angka akademik semata. Kualitas sekolah yang sesungguhnya tercermin dalam Rapor Pendidikan yang mencakup berbagai aspek pertumbuhan siswa secara utuh,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Kemendikdasmen juga mengimbau agar para orang tua lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di platform digital. Hal ini penting agar tidak terjadi mispersepsi yang dapat memberikan tekanan berlebih pada siswa untuk mengejar nilai akademik secara instan demi menaikkan gengsi atau peringkat sekolah tertentu.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mensosialisasikan penggunaan Rapor Pendidikan sebagai alat refleksi bagi sekolah untuk meningkatkan layanan mereka, ketimbang berfokus pada kompetisi peringkat yang bersifat semu. Dengan demikian, diharapkan pola pikir masyarakat perlahan bergeser dari sekadar mencari “sekolah pintar” menjadi mencari sekolah yang mampu memberikan lingkungan tumbuh kembang yang sehat dan berkualitas bagi anak.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button