
Sentuhan Personal di Hari Bahagia: Kisah di Balik Kebaya Pengantin Berhias Bordir Kucing yang Viral
Buletin.news – Media sosial baru-baru ini diwarnai oleh keunikan sebuah prosesi pernikahan yang memadukan pakem tradisional dengan kecintaan mendalam pada hewan peliharaan. Seorang pengantin wanita menjadi pusat perhatian setelah mengenakan busana pengantin Jawa yang tidak biasa, yakni kebaya dengan detail bordiran berbentuk kucing di beberapa bagian kainnya.
Busana yang menggabungkan keanggunan adat Jawa dengan sentuhan modern ini mendadak viral lantaran dianggap sangat personal dan penuh makna. Berbeda dengan motif kebaya pada umumnya yang didominasi pola bunga atau sulur tanaman (flora), kebaya ini justru menampilkan siluet kucing yang dikerjakan dengan teknik bordir manual yang sangat halus.
Sang pengantin mengungkapkan bahwa pemilihan motif kucing tersebut bukanlah tanpa alasan. Selain sebagai elemen dekoratif, bordiran tersebut merupakan bentuk penghormatan dan pengingat akan kucing-kucing kesayangannya yang telah menemaninya dalam berbagai fase kehidupan. Baginya, menyertakan figur hewan peliharaan dalam busana pernikahan adalah cara untuk membawa “cerita hidup” ke atas pelaminan.
Pihak perancang busana yang menggarap kebaya unik ini mengakui bahwa permintaan tersebut merupakan tantangan tersendiri. Proses pengerjaannya membutuhkan ketelitian ekstra agar gambar kucing tetap terlihat menyatu secara estetis dengan motif tradisional lainnya, tanpa menghilangkan kesan sakral dari busana pengantin Jawa itu sendiri. Hasilnya, sebuah karya seni yang unik berhasil tercipta dan mendapat banyak pujian dari warganet.
Banyak pengguna media sosial mengapresiasi keberanian pengantin tersebut dalam mengekspresikan diri melalui busana pernikahan. Hal ini dinilai memberikan inspirasi baru bagi para calon pengantin lainnya untuk tidak ragu menyelipkan hobi atau kecintaan personal ke dalam momen sakral mereka, sejauh tetap menghargai nilai-nilai adat yang ada.
Potret pernikahan ini menjadi bukti bahwa tradisi dan ekspresi pribadi dapat berjalan beriringan secara harmonis. Kehadiran “motif kucing” tersebut tidak hanya sekadar tren visual, tetapi menjadi simbol kasih sayang yang diabadikan dalam sehelai kain di hari yang paling bersejarah bagi sang pengantin.




