
Selat Hormuz Lumpuh Total: Iran Tembaki dan Sita Kapal, Eskalasi Konflik dengan AS Memanas
Buletin.news – Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Iran menembaki dan menyita sejumlah kapal komersial, menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz lumpuh total pada Kamis (23/4/2026). Insiden ini menjadi yang paling signifikan dalam hampir delapan minggu terakhir konflik yang terus memanas antara Teheran dan Amerika Serikat.
Data pelacakan maritim menunjukkan hanya satu kapal yang masih bergerak di jalur vital tersebut pada Kamis pagi, yakni kapal pengangkut curah LB Energy. Sementara itu, kapal tanker produk Ocean Jewel terpaksa menghentikan pelayarannya di pintu masuk koridor setelah membatalkan transit tak lama usai pasukan Iran melepaskan tembakan ke arah tiga kapal komersial.
Dua kapal yang menjadi sasaran serangan, MSC Francesca dan Epaminondas, dilaporkan telah dinaiki dan disita oleh pasukan Iran. Aksi ini menandai fase baru dalam upaya Teheran memperketat kontrol atas jalur distribusi energi global tersebut.
Meski demikian, satu kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall, Ascanio, sempat berhasil melintasi selat pada Rabu malam sebelum situasi memburuk. Kapal tersebut kini bergerak menuju selatan di wilayah Teluk Oman setelah sebelumnya mengirimkan pasokan makanan ke Iran.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia memang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Bentrokan pada Rabu disebut sebagai gelombang kedua serangan dalam kurun waktu kurang dari sepekan.
Pada akhir pekan lalu, Iran juga secara mendadak menutup kembali akses selat dengan menembaki kapal-kapal yang melintas. Teheran menyatakan tindakan tersebut sebagai respons atas keputusan Amerika Serikat yang mempertahankan blokade laut terhadap wilayah Iran.
Di sisi lain, militer AS mengklaim telah memutar balik sedikitnya 31 kapal sejak pengerahan armada mereka untuk memblokade garis pantai Iran pada 13 April. Sebagian besar kapal tersebut merupakan tanker minyak. Meski demikian, data pelacakan menunjukkan puluhan kapal masih mencoba menembus batas blokade, dengan beberapa di antaranya dicegat oleh pasukan AS.
Situasi semakin kompleks dengan keberadaan dua kapal supertanker Iran yang kini berlabuh di Pelabuhan Chabahar, sementara satu kapal lainnya dilaporkan berada dalam pengawalan kapal perang AS.
Hingga saat ini, sejumlah perusahaan pelayaran yang terlibat, termasuk Woody Chartering Ltd, Ocean Jewel Shipping Co Ltd, dan Ascanio Maritime Ltd, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Lumpuhnya Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama distribusi minyak dunia memicu kekhawatiran global terhadap terganggunya pasokan energi dan potensi lonjakan harga minyak internasional, seiring meningkatnya risiko konflik terbuka di kawasan.




