Prof. Sangkot Marzuki: Penjaga Benteng Genom dan Biomedis Asia

Buletin.news – Memahami peta genetika dan keanekaragaman genomik masyarakat di Asia Tenggara adalah kunci untuk menangani berbagai penyakit endemik dan obat berbasis populasi. Prof. Sangkot Marzuki, mantan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, adalah ilmuwan biomedis Indonesia yang nama dan reputasinya diakui di level global.
Riset-risetnya mengenai biogenesis korpuskel genetik dan DNA mitokondria telah diterbitkan di berbagai jurnal kedokteran ternama internasional. Atas kontribusi besarnya dalam sains medis, ia diangkat sebagai Fellow dari Australian Academy of Science serta menerima berbagai anugerah gelar kehormatan dari universitas riset papan atas dunia.
“Sains biomedis adalah benteng pertahanan sebuah bangsa; tanpa penguasaan ilmu genetika mandiri, kita akan selalu bergantung pada bangsa lain.”




