EksekutifPangan

“Presiden Prabowo Bawa Indonesia Kembali ke Puncak Kejayaan Pangan. Impor Berhenti, Harga Dunia Runtuh, Petani Sejahtera”

Buletin.news – Sebuah catatan sejarah besar terukir di awal tahun 2026. Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai Swasembada Pangan Nasional, mengulangi kesuksesan era 1980-an sekaligus melampaui rekor produksi beras sepanjang sejarah bangsa.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Capaian ini menjadi kemenangan telak bagi ketahanan nasional, mengingat target awal swasembada adalah empat tahun, namun berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun masa pemerintahan.

Keberhasilan ini didukung oleh data valid yang menunjukkan lompatan besar di sektor pangan.  Diantaranya produksi peras  pada tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton (Prediksi BPS), melampaui total kebutuhan domestik. Cadangan beras pemerintah menyentuh angka rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan pertumbuhan PDB pertanian tumbuh 10,52% pada triwulan I 2025, angka tertinggi dalam 15 tahun terakhir.

“Waktu saya dilantik, saya beri target swasembada 4 tahun. Terima kasih seluruh komunitas pertanian. Saudara-saudara sudah bekerja keras dan kompak, hasilnya dalam satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tergantung bangsa lain” tegas Presiden Prabowo.

Keberhasilan ini berdampak langsung pada kantong petani. Nilai Tukar Petani (NTP) per Desember 2025 mencatatkan angka 125,35, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah Indonesia. Dalam 33 tahun terakhir, rata-rata NTP tahun 2025 sebesar 123,26 adalah yang paling membahagiakan bagi para pahlawan pangan.

Keputusan Indonesia untuk berhenti mengimpor beras secara total telah menekan permintaan global. Dampaknya, harga beras dunia turun tajam hingga 44,2% (dari USD 660 ke USD 368 per metrik ton), membuktikan betapa berpengaruhnya kedaulatan pangan Indonesia di mata internasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ini adalah buah dari “Sinergi Nasional” antara pemerintah, TNI/Polri, BUMN Pangan, dan asosiasi petani.

“Atas nama petani Indonesia, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden. Harga gabah naik, harga pupuk turun, dan ketersediaannya melimpah. Inilah kerja terbaik Kabinet Merah Putih untuk rakyat,” pungkas Mentan Amran.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button