Pariwisata

Lebih dari Sekadar Rasa, Kemenpar Perkuat Narasi Gastronomi untuk Pikat Wisatawan Dunia

Buletin.news – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi menetapkan gastronomi sebagai salah satu pilar strategis dalam memperkuat identitas dan daya saing pariwisata Indonesia di kancah internasional. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kekayaan kuliner Nusantara tidak hanya menjadi pelengkap perjalanan, melainkan magnet utama yang mampu menggerakkan loyalitas wisatawan dunia.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham (Diah), menegaskan bahwa gastronomi adalah representasi budaya yang mencakup pengalaman, identitas, hingga narasi sejarah di balik setiap hidangan.

“Gastronomi mencerminkan cara sebuah destinasi dikenali melalui rasa dan cerita. Pengalaman wisatawan tidak hanya dibentuk oleh apa yang mereka lihat, tetapi juga oleh apa yang mereka rasakan melalui interaksi budaya dan kuliner. Inilah yang menentukan tingkat kepuasan dan keberlanjutan destinasi kita,” ujar Diah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Diah menekankan bahwa pengembangan gastronomi harus dilakukan secara holistik, bukan parsial. Fokus Kemenpar saat ini mencakup penguatan sistem terintegrasi yang melibatkan:

Peningkatan standar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Standarisasi ketat pada aspek kebersihan dan sanitasi.

Penguatan strategi pemasaran berbasis nilai budaya (value creation).

Sebagai langkah konkret, Kemenpar telah menggelar talkshow “Ruang Diskusi Strategis” bertajuk “Peran Perempuan dalam Strategi Pengembangan Wisata Gastronomi Indonesia” pada 7 April lalu. Forum ini menyoroti posisi sentral perempuan sebagai penjaga pengetahuan kuliner tradisional sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif.

“Perempuan adalah kurator autentisitas kuliner kita. Mereka berperan sebagai pengusaha sekaligus pencipta pengalaman wisata yang bernilai budaya tinggi. Inovasi yang mereka lahirkan menjadi fondasi penting bagi kualitas gastronomi Indonesia ke depan,” tambah Diah.

Kemenpar berkomitmen agar gagasan yang lahir dari diskusi strategis tersebut segera diterjemahkan menjadi kebijakan nyata di lapangan. Hal ini diamini oleh Asisten Deputi Bidang Manajemen Strategis, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, dan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan, Hanifah, yang turut hadir mengawal sinkronisasi kebijakan ini.

Dengan menjadikan gastronomi sebagai identitas nasional, Indonesia optimistis dapat membangun pariwisata yang lebih berkarakter dan tangguh menghadapi kompetisi global. Kemenpar akan terus mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar cita rasa Nusantara menjadi bahasa universal yang mengundang dunia untuk datang dan kembali lagi ke Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button