
Mentan Amran: Stok Pangan Aman, Nekat Mainkan Harga Izin Akan Dicabut
Buletin.news – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi pangan nasional tahun 2026 tetap berada pada jalur yang aman dan sesuai target, meski dibayangi tantangan cuaca ekstrem. Keyakinan ini didasari oleh posisi stok pangan nasional yang saat ini menyentuh level tertinggi dalam sejarah.
Dalam keterangannya usai rapat kerja di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026), Amran mengungkapkan bahwa per Januari 2026, stok pangan nasional tercatat melimpah.
“Stok sekarang ini mencapai 3,3 juta ton per Januari 2026. Ini adalah level historis tertinggi,” ujar Amran kepada awak media.
Dengan melimpahnya pasokan, Amran menekankan tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk mengerek harga di atas ketentuan. Ia menginstruksikan agar seluruh harga komoditas strategis wajib mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk mengawal stabilitas ini, Kementerian Pertanian telah mengambil langkah preventif dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan di seluruh penjuru negeri.
Amran tidak main-main dalam memberikan sanksi bagi pihak yang mencoba bermain harga. Ia mencontohkan kasus yang baru-baru ini terjadi di wilayah Banten, di mana harga pangan sempat melonjak namun segera berhasil ditekan kembali setelah adanya tindakan tegas.
“Ada yang mencoba menaikkan harga, hari itu juga langsung turun lagi. Karena kalau tidak (turun), aku cabut izinnya,” tegas Mentan Amran.
Mengenai kekhawatiran publik terkait dampak cuaca ekstrem terhadap produktivitas pertanian tahun ini, Mentan optimistis program mitigasi yang dijalankan pemerintah akan membuahkan hasil positif.
“Insyaallah (cuaca ekstrem) tidak berpengaruh pada produksi kita,” pungkasnya menutup pernyataan.
