UMKM

Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Khusus UMKM Naik Kelas

 

Buletin.news- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mempercepat perluasan akses pembiayaan sektor jasa keuangan bagi para pelaku UMKM. Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam perhelatan UMKM Finance Summit 2026 yang diselenggarakan OJK di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa kemudahan akses modal tidak boleh berdiri sendiri tanpa adanya jaminan dan kepastian pasar (market security). Intervensi pemerintah diarahkan agar tambahan pembiayaan tidak berhenti pada peningkatan produksi semata, melainkan dibarengi dengan kepastian penyerapan produk oleh pasar agar perputaran usaha tetap sehat.

“Jangan sampai pembiayaan sudah kita berikan, UMKM bisa memproduksi barang dengan baik, tetapi ketika barang akan dijual, tidak ada pasar yang menyerap,” ujar Menteri Maman.

Poin Utama Sinergi Strategis KemenUMKM, OJK, dan DPR RI

* Pembentukan Satuan Tugas (Working Group): Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengonfirmasi bahwa OJK dan KemenUMKM akan membentuk satgas khusus (working group) demi menggarap skema pendanaan terintegrasi yang mendorong UMKM naik kelas.

* Perubahan Paradigma Sektor Keuangan (“UMKM-able”): Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hanif Dhakiri, menekankan perlunya sistem keuangan nasional bertransformasi menjadi lebih UMKM-able. Penilaian kelayakan kredit disarankan tidak hanya bergantung pada persyaratan konvensional (bankable), tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak transaksi dan aktivitas ekonomi riil UMKM.

* Dukungan Pengawasan Lintas Lembaga: Akselerasi kebijakan ini didukung penuh oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta DPR RI guna memastikan pengawasan dan monitoring berjalan terintegrasi.

Melalui integrasi antara perluasan akses pembiayaan, penguatan kapasitas usaha, dan jaminan akses pasar, kolaborasi ini diproyeksikan mampu membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif dan adaptif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button