Lifestyle

Modal Rp 8.000 Bisa ke Purwakarta: Solusi Wisata “Low Budget” dari Jakarta yang Kian Diminati

Buletin.news – Liburan ke luar kota tidak selalu identik dengan biaya mahal. Bagi masyarakat Jabodetabek, mengeksplorasi keindahan Jawa Barat kini bisa dilakukan dengan modal “uang receh”. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan opsi perjalanan dari Jakarta menuju Purwakarta dengan total ongkos di bawah Rp 10.000 sekali jalan.

Kombinasi layanan Commuter Line (KRL) dan KA Lokal menjadi kunci utama strategi wisata hemat ini. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebutkan bahwa integrasi antar moda ini memang dirancang untuk mempermudah mobilitas sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

“Dengan kombinasi layanan Commuter Line dan KA Lokal, pelanggan dapat menjangkau berbagai destinasi wisata hanya dengan tarif sekitar Rp 8.000 hingga Rp 9.000,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Minggu (12/4/2026).

Rute dan Skema Tarif: Lebih Murah dari Kopi Kekinian

Perjalanan dimulai dengan menggunakan Commuter Line dari stasiun-stasiun besar di Jakarta seperti Jakarta Kota, Tanah Abang, atau Manggarai menuju Stasiun Cikarang.

Tarif KRL: Rp 4.000 (dari Manggarai) atau Rp 5.000 (dari Jakarta Kota/Tanah Abang).

Tarif Lanjutan: Dari Cikarang, penumpang cukup berpindah ke KA Lokal Walahar dengan tiket seharga Rp 4.000 menuju Stasiun Purwakarta.

Hanya dengan total Rp 8.000 – Rp 9.000, pelancong sudah bisa menyeberang kabupaten dan menikmati pemandangan pedesaan yang asri dari balik jendela kereta lokal.

Destinasi Unggulan di Purwakarta

Setibanya di Stasiun Purwakarta, pengunjung disambut dengan berbagai pilihan wisata yang terjangkau:

  1. Situ Buleud dan Air Mancur Sri Baduga: Dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki dari stasiun. Pada waktu tertentu, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan air mancur terbesar di Asia Tenggara yang memadukan cahaya dan narasi budaya.

  2. Waduk Jatiluhur: Menawarkan panorama perbukitan dan hamparan air luas bagi pemburu ketenangan.

  3. Situ Wanayasa: Destinasi favorit untuk menikmati kuliner khas seperti Sate Maranggi dan ketan bakar dengan latar danau yang sejuk.

  4. Eksplorasi Subang: Bagi yang memiliki waktu lebih, perjalanan bisa berlanjut ke Ciater atau berbagai curug (air terjun) di wilayah Subang yang menyegarkan.

  5. Tren Pengguna Terus Meroket

    Minat masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel ini bukan sekadar tren sesaat. Data KAI menunjukkan lonjakan signifikan pada lintas Cikarang dan KA Lokal Walahar:

    “Pilihan wisata yang dekat dari Jakarta, biaya yang terjangkau, serta suasana yang berbeda membuat perjalanan menjadi lebih mudah direncanakan,” tutup Anne.

    Peningkatan frekuensi perjalanan yang kini mencapai 281 perjalanan per hari pada 2025 (naik tajam dari 158 perjalanan di 2015) menjadi bukti bahwa kereta api kini menjadi tulang punggung mobilitas sekaligus gaya hidup baru dalam berwisata hemat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button