
Konjen Australia Dorong Pendidikan Olahraga Siswa di Bali, Perkuat Hubungan RI–Australia
Buletin.news- Konsulat Jenderal Australia mendukung penguatan pendidikan olahraga bagi siswa di Denpasar, Bali, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia.
“Olahraga mempererat ikatan antarmasyarakat dan mendorong saling pengertian serta kolaborasi,” kata Konsul Jenderal Australia Joe Stevens di Denpasar, Rabu (9/4/2026).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelatihan Australian Rules Football (AFL) yang diikuti oleh para siswa SMA Muhammadiyah 1 Denpasar. Kegiatan ini menghadirkan tim pelatih dari klub Bali Geckos untuk memperkenalkan olahraga khas Australia kepada generasi muda di Bali.
“Kami berkomitmen untuk memajukan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan makmur. Olahraga memberi kesempatan untuk memperkuat dan memperdalam hubungan antar masyarakat,” ujar Stevens.
SMA Muhammadiyah 1 Denpasar sendiri merupakan bagian dari program Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE), yakni kemitraan sekolah antara Indonesia dan Australia yang telah berjalan sejak 2009. Program ini didanai oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) serta diselenggarakan oleh Asialink Education di Universitas Melbourne.
Sejak 2008, program tersebut telah membangun 254 kemitraan sekolah dan menyediakan pelatihan profesional bagi para guru di kedua negara guna meningkatkan kompetensi global serta pemahaman lintas budaya.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, Imam Muhtarom, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan olahraga tersebut yang diikuti oleh 30 siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan siswa, tidak hanya dalam bidang olahraga tetapi juga dalam memahami budaya internasional,” ujarnya.
Klub Bali Geckos sendiri didirikan pada 1997 oleh seorang warga Australia yang tinggal di Bali dengan tujuan memperkenalkan Australian Rules Football kepada masyarakat setempat.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian yang diperingati setiap 6 April, termasuk pada tahun 2026, sebagai momentum untuk menegaskan peran olahraga dalam membangun perdamaian dan kerja sama global.



