Eksekutif

Targetkan Sekolah Aman, Kemendikdasmen Percepat Revitalisasi 11 Ribu Gedung Mulai Februari

Buletin.news – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah memacu program revitalisasi infrastruktur pendidikan sebagai salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama program ini adalah memperbaiki gedung-gedung sekolah yang mengalami kerusakan serius guna menjamin keselamatan dan kenyamanan proses belajar-mengajar.

Salah satu potret kondisi lapangan terlihat di SMP Negeri 1 Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sekolah yang dibangun sejak tahun 1983 ini mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan plafon, sehingga memaksa para siswa mengungsi ke ruang laboratorium untuk sementara waktu. Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan gedung sekolah yang sudah berusia tua.

“Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tapi memastikan lingkungan belajar aman dan mendukung kesehatan melalui perbaikan sanitasi,” ujar Mariman saat meninjau langsung sekolah tersebut.
Secara nasional, program revitalisasi tahap awal pada tahun 2026 ini akan mencakup 11.446 sekolah. Saat ini, pemerintah tengah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi anggaran. Jika berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada kisaran Februari hingga Maret 2026. Dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 90 hingga 100 hari, fasilitas baru tersebut diharapkan sudah bisa digunakan sepenuhnya oleh siswa pada bulan Juni mendatang.

Tidak berhenti di situ, pemerintah juga telah menyiapkan rencana tahap kedua yang jauh lebih besar. Sebanyak 60 ribu sekolah tambahan diproyeksikan masuk dalam daftar revitalisasi berikutnya. Menteri Keuangan pun dilaporkan telah menyetujui alokasi anggaran yang cukup besar, yakni mencapai lebih dari Rp100 triliun untuk memastikan standar infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia meningkat secara signifikan.
Langkah masif ini diharapkan dapat mengakhiri kekhawatiran orang tua dan tenaga pendidik terhadap ancaman bangunan roboh, sekaligus mewujudkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi generasi masa depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button