Pariwisata

Wamenpar Ni Luh Puspa Astindo Travel Fair 2026 Jadi Mesin Utama Akselerasi Wisata Nasional

Buletin.news – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan bahwa Astindo Travel Fair 2026 bukan sekadar ajang pameran rutin, melainkan mesin penggerak utama untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2026.

Dalam pembukaan pameran di ICE-BSD City yang berlangsung pada 6 Februari 2026, Wamenpar menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah dan industri adalah kunci untuk mengubah tren positif menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Wamenpar menyoroti peran strategis Astindo Travel Fair sebagai platform integrasi yang mempertemukan seluruh ekosistem pariwisata mulai dari maskapai penerbangan, perhotelan, hingga agen perjalanan dengan calon wisatawan.

“Pameran ini adalah sarana strategis. Fokus kita bukan hanya pada volume transaksi, tetapi bagaimana event ini mampu memacu promosi destinasi unggulan sehingga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ni Luh Puspa.

Wamenpar juga menekankan bahwa memasuki tahun 2026, arah pariwisata Indonesia semakin bergeser ke arah Pariwisata Berkualitas (Quality Tourism). Pameran ini diharapkan menawarkan pengalaman wisata yang lebih bermakna, tidak hanya sekadar menjual tiket murah, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan budaya.

Melalui kolaborasi solid dalam Astindo Travel Fair 2026, Kementerian Pariwisata optimistis posisi Indonesia sebagai destinasi utama di kawasan Asia akan semakin kokoh dan kompetitif di kancah global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button