Pertanian

Tekan Impor, Mentan Amran Klaim 9 Komoditas Pangan Strategis Sudah Swasembada

BUletin.news – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai kemandirian pangan untuk sembilan komoditas strategis. Capaian ini diklaim sebagai hasil dari penguatan produktivitas hulu ke hilir yang berhasil menekan ketergantungan pada pasar global.

“Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Dari komoditas pangan kita, sembilan sudah swasembada, tinggal tiga yang belum. Namun, meski belum swasembada, stok untuk tiga komoditas tersebut tetap melimpah,” ujar Amran saat meresmikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Sementara itu, tiga komoditas yang masih dalam tahap pengejaran target swasembada adalah bawang putih, kedelai, dan daging sapi atau kerbau, serta gula untuk kebutuhan industri. Pemerintah terus mendorong adopsi teknologi pertanian guna memacu produksi ketiga sektor tersebut agar segera mencapai kedaulatan pangan menyeluruh.

Surplus produksi ini menjadi bantalan kuat bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru Imlek, Nyepi, hingga bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Amran memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha agar tidak melakukan spekulasi harga di tengah kondisi stok yang melimpah.

“Kondisi stok melimpah adalah dasar kami memastikan harga tetap terkendali. Seluruh pelaku usaha dilarang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” tegas Mentan.

Strategi swasembada ini tidak hanya bertujuan mengejar angka di atas kertas, tetapi juga diarahkan untuk membangun ketahanan ekonomi nasional. Dengan berkurangnya impor, diharapkan terjadi efek berganda (multiplier effect) berupa peningkatan pendapatan petani, penguatan ekonomi perdesaan, dan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap gejolak logistik global.

Saat ini, beberapa komoditas protein hewani bahkan dilaporkan telah melampaui kebutuhan nasional dan mulai merambah pasar ekspor, menandakan daya saing produk pertanian Indonesia kian kompetitif di kancah internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button